Kukar Festival Budaya Nusantara Suguhkan Puluhan Kesenian Daerah

Kukar Kaya Festival Nusantara Suguhkan Puluhan Kesenian Daerah
Salah satu peserta kirab budaya tampil di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Zulkar/Komparasi)

KUTAI KARTANEGARA – Pembukaan event Kukar Festival Budaya Nusantara disambut antusias ribuan warga. Mereka menyaksikan langsung proses kirab budaya yang menampilkan kesenian budaya dari Kutai Kartanegara (Kukar) dan wilayah Indonesia lainnya sepanjang jalan Timbau hingga Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Ahad (9/7/2023).

Sesampainya di Kedaton, Bupati Kukar Edi Damansyah telah menunggu rombongan peserta yang kembali menyuguhkan beragam tarian daerah.

“Alhamdulillah luar biasa penampilan kirab budaya ini, banyak seniman yang berkontribusi dalam agenda ini,” ucap Edi.

Baca Juga  Disdikpora PPU Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Kolaborasi Kepala Sekolah dan Guru BK

Kukar Festival Budaya Nusantara merupakan perubahan nama dari agenda Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF) yang setiap tahunnya diselenggarakan. Beberapa daerah lainnya yang berasal dari dari pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat ikut berpartisipasi dalam event ini.

Bahkan agenda ini sudah masuk 100 event nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Hal itu terwujud karena kolaborasi antara Pemkab Kukar dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Baca Juga  Upaya Selamatkan Aset Daerah, DPRD Kukar Segera Sahkan Dua Raperda

“Jadi bukan hanya kebudayaan saja yang ditampilkan tapi bisa memberikan dampak ekonomi kerakyatan,” ungkap Edi.

Ya, terpantau agenda tersebut banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan momentum ini untuk berjualan produknya. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Aji Muhammad Arifin juga sangat bersemangat digulirnya event ini.

“Semoga ke depannya ada adat budaya dari mancanegara yang masuk di Kukar. Apalagi kita akan menyambut Erau. Kami siap untuk menampung aspirasi adat tarian budaya ini,” tutupnya. (zu)