Puncak HAN Ke-39 Kaltim, Semua Pihak Diajak Lindungi Anak-Anak

Puncak HAN Ke-39 Kaltim, Semua Pihak Diajak Lindungi Anak-Anak
Foto bersama di puncak peringatan HAN ke-39 Kaltim. (Hendra/Diskominfo Kaltim)

SAMARINDA – Semua pihak diajak berperan aktif menjaga dan melindungi anak-anak sebagai generasi Indonesia masa depan. Ajakan ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Kaltim Noryani Sorayalita dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-39 Kaltim, Rabu (26/07/2023).

Perempuan yang karib disapa Soraya ini menekankan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memenuhi hak perlindungan anak. “Saya berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kesadaran individu, orang tua dan keluarga tentang pentingnya peran, tugas, dan tanggung jawab dalam memenuhi hak dan melindungi anak-anak,” urainya.

Baca Juga  Terbengkalai sejak 2018, Pasar Baqa Akhirnya Resmi Dioperasikan untuk Pedagang 

Kata dia, tema HAN tahun yaitu “Anak Terlindungi: Indonesia Maju” harus menjadi inspirasi bagi semua bangsa Indonesia. Untuk berperan aktif bersama dalam menciptakan berbagai program yang menjamin perlindungan anak.

Dalam hal ini pihaknya memberi apresiasi kepada beberapa daerah di Kaltim yang telah memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Meliputi Balikpapan yang baru saja menerima penghargaan KLA kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat peringatan HAN 2023 di kota Semarang beberapa waktu lalu.

“Selain Balikpapan, saat ini tercatat sembilan kabupaten/kota di Provinsi Kaltim yang telah berhasil memperoleh penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI) dengan kategori Pratama, Madya dan Nindya,” beber Soraya.

Baca Juga  Sekda Kaltim Tegaskan Digitalisasi Bisa Jadi Solusi dalam Pembelajaran di Sekolah

Pencapaian ini menurutnya mesti menjadi pendorong bagi semua pihak untuk mendukung terwujudnya Kaltim Layak Anak. Yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Upaya perlindungan anak harus menjadi prioritas utama di Kaltim, dan pemerintah akan terus berkomitmen dalam mewujudkannya melalui berbagai program,” tegasnya seraya mengapresiasi semua pihak yang telah berperan aktif dalam melindungi hak-hak anak. (xl)