SAMARINDA – Ekonomi Kaltim terus mengalami pertumbuhan. Bahkan angkanya di atas rata-rata nasional. Sebagaimana disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Yusniar Juliana dalam rilis pers, Senin (7/8).
Dikatakan, pekonomi Kaltim Triwulan II-2023 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 3,01 persen. Namun secara y-on-y atau tahun ke tahun mengalami pertumbuhan sebesar 6,84 persen.
“Jika dibandinginkan dengan angka nasional Kaltim y-on-y diatas rata-rata nasional, karena tercatat nasional 5,17 persen,” terang Yusniar.
Lebih lanjut disampaikan, untuk produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp133,47 triliun. Sementara atas dasar harga berlaku mencapai Rp199,79 triliun.
PDRB atas dasar berlaku ini disebabkan karena tingkat harga yang mengalami penurunan terutama komoditas utamanya Kaltim. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I- 2023 dibandingkan dengan smeastI-2022 mengalami kenaikan 6,89 perse.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q pada Triwulan II-2023 dicapai oleh Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 12,92 persen.
“Ini disebabkan oleh peningkatan yang signifikan pada belanja jasa pegawai dan belanja barang dan jasa,” terang Yusniar.
Kemudian sektor transportasi dan pergudangan naik 10,25 persen dan kinerja positif juga ditunujukan pada sektor dominan pertambangan dan penggalian tumbuh 3,76 persen. Yang disebabkan karena adanya peningkatan permintaan pada produksi batu-bara dan minyak bumi.
Sementara itu dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 96,88 persen.
Secara q-to-q provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu Kalimantan Selatan sebesar 7,74 persen. Kemudian disusul empat provinsi lainnya, yaitu Kaltim yang tumbuh sebesar 3,01 persen, Kalimantan Tengah yang tumbuh sebesar 2,76 persen, Kalimantan Utara yang tumbuh sebesar sebesar 2,37 persen, dan Kalimantan Barat yang tumbuh sebesar 1,59 persen.
“Jika dilihat secara y-on-y, pertumbuhan kinerja ekonomi Triwulan II-2023 menempatkan Kalimantan Timur dengan pertumbuhan tertinggi dibanding wilayah lainnya di Pulau Kalimantan yaitu sebesar 6,84 persen,” sebut Yusniar.
Selanjutnya diikuti oleh pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara sebesar 5,01 persen, Kalimantan Selatan sebesar 4,96 persen, Kalimantan Barat 4,00 persen dan Kalimantan Tengah sebesar 2,96 persen. (xl)












