Pandemi Covid-19 Bikin Beban Keluarga Jadi Lebih Besar dan Kompleks

Seminar Peningkatan Kualitas Keluarga, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (20/12/2021). (Foto: Yuvita Indrasari/Adpimprov Kaltim)

SAMARINDA – Pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir berdampak tidak hanya pada kesehatan. Beban keluarga menjadi lebih besar dan kompleks, terlebih jika kepala keluarga terkena PHK.

“Anak belajar dari rumah secara daring, semua berkumpul di rumah. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini akan membawa akibat negatif,” sebut Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita saat Seminar Peningkatan Kualitas Keluarga, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (20/12/2021).

Baca Juga  Pemerintah Didorong Hadirkan Kepabeanan di Muara Jawa untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Dia mengatakan, kondisi saat ini menuntut perempuan memiliki peran yang lebih besar dan harus mampu beradaptasi di berbagai situasi. Selain peran sebagai istri, ibu juga dituntut menguasai IT agar bisa mendampingi anak belajar.

“Ibu juga mempunyai peran kunci pertahanan keluarga. Menjaga asupan gizi keluarga dan menerapkan pola hidup sehat” tuturnya.

Beban tersebut, menurut perempuan yang akrab dipanggil Soraya ini, akan bertambah bagi perempuan pekerja atau yang menjadi tulang punggung keluarga.

Baca Juga  PW KAMMI Kaltimtara Periode 2021-2023 Dilantik, Basri Rase: Harus Ikut Serta dalam Pembangunan

“Dalam kondisi sekarang, banyak perempuan bangkit. dari semula tidak bekerja menjadi bekerja ataupun memulai usaha-usaha lainnya,”katanya.

Namun, kontribusi perempuan masih terkendala pada akses dan peluang pasar serta hanya pada sektor non formal yang sebagian besar kurang bisa memberikan jaminan kesejahteraan dan hukum. Selain itu, masih terjadi kesenjangan gender pada berbagai sektor lainnya. (man)