Percepat Penurunan Stunting, Pemkot Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Percepat Penurunan Stunting, Pemkot Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Wawali Samarinda Rusmadi (kiri) saat menerima kunjungan Pastor RD Benediktus Indro Praptono. (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan stunting. Pasalnya stunting tidak hanya bisa dilakukan satu lembaga atau instansi terkait, melainkan diperlukan adanya kolaborasi antarlembaga.

Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Rusmadi menyatakan Pemkot membuka kesempatan bagi organisasi keagamaan maupun organisasi kepemudaan yang memiliki kepedulian untuk mengatasi masalah stunting. Pasalnya mengentaskan stunting ini membutuhkan kerja sama.

“Kuncinya adalah perhatian, kepedulian dan partisipasi masyarakat,” kata dia saat menerima Pastor RD Benediktus Indro Praptono beserta rombongan, dalam rangka menindaklanjuti deklarasi Keuskupan Agung Samarinda mendukung percepatan penurunan stunting di Kaltim, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga  Kembali Imbang, Indonesia Tahan Serangan Bertubi-tubi Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Menurut Rusmadi, gerakan-gerakan kolaborasi ini sangat bagus. Karena tugas pemerintah sangat besar.

“Jadi perlu ada penanganan yang efektif dari hulu hingga ke hilir dengan melibat semua unsur masyarakat,” terang pria yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Samarinda ini.

Kata Rusmadi, pemerintah saat ini mempunyai data lengkap terkait keluarga berisiko stunting. Karenanya Pemkot memberikan apresiasi kepada Gereja Katolik Keuskupan Agung Samarinda yang telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan untuk mengatasi masalah stunting dan terus mempromosikan kesejahteraan anak di wilayah Samarinda.

Baca Juga  Ajak Warga Samarinda Dukung Pembangunan, Wali Kota: Tidak Mungkin Menunggu dari Luar

“Tugas pemerintah siap memberikan data bagi lembaga yang ingin bergerak bersama, termasuk Keuskupan Agung Samarinda. Silakan program bantuannya nanti seperti apa segera koordinasikan dengan Dinas Pengendalian Penduduk Samarinda,” papar Rusmadi.

Sehingga apabila program bantuan ini berjalan, maka Pemerintah dan stakeholder bisa berbagi wilayah atau zona sasaran yang menjadi fokus dalam penurunan angka stunting.

“Karena target kita anak-anak ini harus bisa naik kelas dari berisiko menuju bebas stunting,” tegasnya orang nomor dua di Kota Tepian ini.

Lebih lanjut disampaikan, Pemkot juga bakal melakukan roadshow dalam meningkatkan kolaborasi dengan mempertajam komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Baik itu di kalangan dunia usaha dan organisasi keagamaan di Samarinda dalam rangka perumusan program penanganan stunting. (xl)