Cegah Korban Tenggelam, BPBD Samarinda Kolaborasi dengan Perusahaan Tambang

Hindari Korban Tenggelam, BPBD Samarinda Kolaborasi dengan Perusahaan Tambang
Kepala BPBD Samarinda Suwarso. (Komparasinews.id)

SAMARINDA – Guna mengimplementasikan efek terhadap insiden korban tenggelam di bekas galian tambang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda berencana berkolaborasi dengan perusahaan tambang. Dalam upaya mitigasi efektif terhadap insiden korban tenggelam di bekas galian tambang di Samarinda ini yang jumlahnya terus meningkat.

Diketahui, korban tenggelam di bekas galian tambang di Samarinda hingga 2023 telah mencapai angka 45 korban jiwa. Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso menuturkan rencana untuk berkomunikasi dengan pemilik tambang agar dapat memasang rambu-rambu peringatan.

Baca Juga  DP3A Kukar Gelar Pendampingan Penginputan Aplikasi Simfoni PPA

“Nanti kami akan coba komunikasi kepada pemilik tambang agar bisa memasang rambu-rambu peringatan,” kata Suwarso, Rabu (6/9/2023).

Suwarso juga menekankan pentingnya tanda peringatan yang harus dipasang di sekitar bekas lubang galian tambang. Pemasangan rambu peringatan ini diharapkan dapat mengurangi dan mencegah terjadinya korban tenggelam di masa mendatang.

Kemudian, dia juga menuturkan di lokasi void atau eks tambang, rambu-rambu peringatan seperti larangan memancing dan berenang seharusnya terpasang.

Baca Juga  Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Tokoh Filantropi Bill Gates, Ini Alasannya

“Seharusnya di lokasi void atau eks tambang ada terpasang rambu-rambu seperti dilarang memancing dan berenang,” imbuhnya.

BPBD Samarinda juga berencana untuk berkoordinasi dengan perusahaan tambang. Dalam rangka menjalin kerja sama berkaitan upaya mitigasi kecelakaan.

“Ke depannya kami akan lakukan upaya kolaboratifnya,” tutup Suwarso. (nt)