SAMARINDA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, harga cabai rawit di Samarinda terus merangkak naik. Bahkan, saat ini naik hingga Rp100 ribu per kilogram.
Naiknya harga cabai rawit ini terlihat di Pasar Tradisional Segiri Samarinda. Di pasar ini, harga cabai rawit mendadak naik drastis hingga para pedagang pun kaget. Lantaran, harga cabai rawit yang sebelumnya Rp70 ribu per kilogram, mendadak naik menjadi Rp100 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Segiri Yudi (52) mengatakan, harga cabai rawit memang mengalami kenaikan yang cukup drastis dibandingkan pekan lalu. Pasalnya saat ini harga cabai sudah menembus Rp100 ribu per kilogram.
“Harga cabai sekarang naik sekali, ini saja sudah tembus harga seratus,” kata Yudi, Jumat (8/12/2023).
Menurutnya, kenaikan harga ini, ternyata bukan hanya dialami oleh komoditas cabai rawit. Tetapi cabai merah besar dan cabai keriting juga merangkak naik. Harga sebelumnya Rp50 ribu per kilogram, kini Rp80 ribu per kilogram.
Naiknya harga cabai di Kota Samarinda diduga disebabkan dari faktor cuaca buruk di Sulawesi. Sehingga berdampak berkurangnya pasokan cabai dari Pulau Sulawesi.
Kemudian, faktor perayaan Natal dan Tahun Baru dalam waktu dekat juga mengakibatkan kebutuhan cabai rawit makin meningkat. Begitu juga pasokan yang makin berkurang.
“Iya bisa juga begitu, cuma kadang memang barangnya agak kurang-kurang kan,” ujarnya.
Para pedagang pun berharap agar harga cabai rawit kembali normal, karena dampak akibat harga cabai rawit ini, telah membuat omzet mereka mengalami penurunan lantaran masyarakat kini mengurangi jumlah pembelian cabai rawit. (nta)












