Andi Harun Bakal Intervensi Pedagang Nakal, Pastikan Stok Pangan Cukup Saat Ramadan

Andi Harun Bakal Intervensi Pedagang Nakal, Pastikan Stok Pangan Cukup Saat Ramadan
Wali Kota Samarinda Andi Harun akan terus memantau harga pangan jelang Ramadan. (Ist)

SAMARINDA – Menjelang bulan suci Ramadan, sebagian warga di Kota Samarinda mengeluhkan melonjaknya beberapa pangan yang ada di pasar-pasar tradisional. Menanggapi hal ini Wali Kota Samarinda Andi Harun memperingatkan, untuk tidak tersulut dengan berita yang tidak sepenuhnya benar.

Meskipun ada, salah satunya di kawasan Palaran ada kenaikan harga sekitar Rp15 ribu, akan tetapi itu hanya berlangsung dalam hitungan hari.

“Penting saya sampaikan ke masyarakat luas, tidak ada alasan para pedagang untuk menaikkan harga karena stok beras di Kota Samarinda sangat cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok beras yang ada tidak hanya antisipasi menjelang Ramadan saja, bahkan setelahnya juga masih cukup,” kata Andi Harun, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga  Pemerintah Daerah Didorong Benahi Manajemen Pasar Tradisional

Orang nomor satu di Kota Tepian itu juga menegaskan, apabila ada pengusaha yang nakal menaikkan harga maka pihak pemerintah kota (Pemkot) Samarinda akan melakukan intervensi dengan melakukan operasi pasar.

“Tidak boleh mengikuti berita yang tidak benar, lalu ikut untuk menaikkan harga. Itu sangat menyulitkan masyarakat,” ujarnya.

Kendati tidak ada gejolak harga, pemerintah rutin membagikan satu beras cadangan. Serta rutin melakukan operasi pasar pada waktu-waktu yang dibutuhkan.

“Terakhir, menjelang Ramadan kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat, dan itu hukum ekonomi. Ada beberapa barang yang naik tapi tidak akan permanen, setelah sehari atau dua hari insyaallah berlangsung normal kembali,” beber Andi Harun.

Baca Juga  Disdikbud Bakal Libatkan Dewan Pendidikan demi Kemajuan Pendidikan di Kukar

Lebih lanjut, pihaknya juga sudah memerintahkan satgas pangan, serta dinas pasar, dan OPD terkait untuk melakukan monitoring terhadap harga. Sehingga, situasi Ramadan terganggu dengan adanya gejolak harga.

“Saya pastikan stok beras kita maupun bahan pangan lainnya, sangat cukup. Setiap hari saya melakukan pemantauan lebih dari satu kali dalam satu hari,” terangnya.

“Saya memeriksa sendiri untuk memastikan stok pangan cukup, saya juga ingatkan kepada para pedagang untuk berhati-hati tidak sesekali menaikkan harga diluar harga ketentuan pemerintah, karena itu bisa mengundang kegaduhan dan kita pasti akan menelusuri. Apalagi saat stok beras, pangan lebih dari cukup untuk mengantisipasi baik pada saat bulan ramadan maupun hari raya Idulfitri,” pungkasnya. (nta)