SAMARINDA – Kasus orang tenggelam kerap terjadi di sepanjang Tepian Sungai Mahakam Samarinda. Terbaru, seorang anak berusia 13 tahun dinyatakan hilang terseret arus Mahakam, di samping Teluk Lerong Garden Samarinda.
Menanggapi insiden itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Terutama bagi orang tua yang mendampingi anak-anak mereka di sekitar Tepian Sungai Mahakam.
“Kita tidak bisa mengambil kesimpulan yang berlebihan. Yang harus ditingkatkan adalah kewaspadaan dan kehati-hatian. Musibah kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Kalau setiap ada yang tenggelam kita pagar kota ini, bisa-bisa kota ini menjadi kota pagar,” kata Andi Harun, Selasa (2/7/2024).
Menurutnya, tepian sungai sudah cukup tinggi. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga diimbau tetap berhati-hati dan mengawasi anak-anak dengan baik.
“Jika tidak dengan sengaja menuju kesana, kemungkinan besar kejadian itu tidak akan terjadi. Saya kira yang bijaksana adalah kita meningkatkan kewaspadaan. Ketika bersama dengan anak-anak, kita harus lebih menjaga mereka,” ujarnya.
Andi Harun juga mengkritisi pandangan yang menyarankan agar setiap area berpotensi bahaya harus dipagari.
“Kalau setiap ada insiden, wartawan berpikir harus dipagar, nanti di mana pun ada parit yang bisa menyebabkan tenggelam, harus dipagari juga,” sebutnya.
Orang nomor satu di Kota Tepian itu juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar. Dia berharap dengan peningkatan kesadaran dan kewaspadaan, kejadian serupa dapat dihindari di masa depan.
“Pemerintah Kota juga akan terus melakukan evaluasi dan memperbaiki infrastruktur untuk memastikan keselamatan warga Samarinda,” tegas Andi Harun. (nta)












