Polres Kukar Sudah Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Asusila Oknum Pengurus Ponpes

KBO Satreskrim Polres Kukar, Iptu Anton Masruri.

KUTAI KARTANEGARA – Kepolisian masih terus menelusuri dugaaan kasus asusila yang diderita oleh santriwati berumur 16 tahun oleh salah seorang pengelola Pondok Pesantres (Ponpes) di Tenggarong.

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Dedik Santoso melalui KBO Satreskrim Polres Kukar Iptu Anton Masruri mengatakan, telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Bahkan santriwati yang diduga menjadi korban tindakan asusila tersebut juga sudah divisum.

“Ada lima saksi yang kami periksa. Kemudian dari pihak terlapor atau terduga juga sudah kami lakukan pemeriksaan dan update hari ini kami juga akan memeriksa satu saksi lagi,” kata Anton.

Setelah selesai memeriksa para saksi, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara atas dugaan kasus tindakan asusila di pesantren tersebut.

Baca Juga  Rusmadi Tegaskan Pemkot Samarinda Siap Dukung Percepatan IKN Nusantara

“Akan kami lakukan gelar perkara dan akan kami agendakan mungkin hari Senin. Setelah itu akan kami tentukan apakah status terduga atau terlapor ini sebagai tersangka atau tidak,” paparnya.

Anton mengungkapkan bahwa saat ini kondisi korban sedang terpukul, karena merasa tertekan dengan munculnya pemberitaan terkait kasus ini.

“Secara psikis seperti yang kami periksa kemarin, korban sedikit terpukul. Apalagi dengan terimbasnya berita ini, korban merasa tertekan,” jelasnua.

Terduga pelaku pun sekarang dalam pengawasan dari pihak kepolisian dan diwajibkan untuk melaporkan dirinya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kukar, setiap hari Senin dan Kamis.

Baca Juga  RSUD AM Parikesit Tenggarong Kini Punya Alat MRI Teknologi Terkini

“Terduga pelaku kami arahkan ke pasal tindak pidana pencabulan. Terus untuk hukuman pidananya, nanti sesuai gelar perkara akan kami putuskan. Untuk terduga pelaku masih di pesantren,” terang Anton.

Dengan adanya dugaan kasus tindakan asusila di salah satu pondok pesantren Tenggarong, Anton meminta masyarakat tidak merasa resah. Karena tidak semua pondok pesantren terjadi hal demikian dan kejadian ini adalah murni dilakukan oleh oknum.

“Jadi orang-orang tua tidak perlu panik, karena ini adalah oknum dan terjadinya hanyalah satu di antara ribuan pesantren,” katanya.

Baca Juga  Wali Kota Klaim Pembebasan Lahan Bikin Proyek Terowongan Samarinda Molor

Dia juga mengimbau kepada para santriwati, apabila mengalami hal yang serupa untuk bisa melaporkannya kepada orang tuanya. Kemudian orang tua segera menyampaikannya kepada pengurus-pengurus pesantren. (zu)