SOLO – Kaltim naik peringkat dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII tahun 2024. Hingga Peparnas resmi ditutup di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Ahad (13/10/2024), kontingen Kaltim berhasil mengoleksi 37 medali meliputi 7 emas, 13 perak dan 17 perunggu dan finis di peringkat 13.
Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, event Peparnas ini memberikan ruang kepada siapa saja, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan atau kekurangan. Namun mampu berkontribusi dan berprestasi untuk bangsa dan negara maupun daerahnya.
“Inilah yang dicontohkan para penyandang disabilitas atau difabel mampu mengikuti kejuaraan nasional dan tentunya orang umum belum tentu bisa,” tutur Sri.
Kata dia, bukan masalah kekurangannya melainkan bagaimana mendayagunakan apa yang masih dimiliki untuk mampu mengukir prestasi atau bermanfaat bagi bangsa dan negara terutama daerah.
Kondisi tersebut, lanjut Sri, dicontohkan oleh atlet-atlet difabel asal Kaltim yang belum tentu orang umum lainnya bisa menjalankannya.
“Untuk itu, kita apresiasi atlet Peparnas XVII asal Kaltim yang mampu sukses meraih prestasi. Meski memiliki keterbatasan, tapi itu bukan halangan meraih prestasi,” jelasnya.
“Bahkan, di akhir pertandingan, Kaltim mampu menempatkan posisi dari Peparnas sebelumnya peringkat 15 dan kini menjadi 13. Sebuah usaha dan kerja keras luar biasa,” ungkapnya.
Menpora RI Dito Ariotedjo mengatakan, kesulitan bukanlah jadi halangan untuk meraih prestasi. Makanya, pemerintah bangga dengan penyandang disabilitas mampu mengharumkan bangsa dan negara, terutama daerah mereka masing-masing.
Ketua Peparnas XVII DB Sutanto menjelaskan, ada 567 medali diperebutkan, 144 rekor nasional dan satu rekor ASEAN, dengan jumlah peserta atlet dan ofisial kurang lebih 4.600 orang. Hadir Pj Gubernur Jawa Tengah, Pjs Surakarta, Ketua Umum NPCI Senny Marbun.
Untuk perolehan medali, Kaltim di Peparnas XVII tahun 2024, 7 emas, 13 perak dan 17 perunggu dengan total 37 medali. (xl)












