KUTAI KARTANEGARA — Sembilan desa di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi sasaran pembangunan tower dan repeater atau penguat sinyal. Yang akan dikerjakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar pada 2022 ini.
Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kukar Eri Haryono mengungkapkan, tim teknis maupun administrasi tengah menyusun dokumen-dokumen untuk ditujukan kepada provider. Karena prosedur jaringan seluler, tower, dan pemancar jaringannya terpisah satu sama lain.
“Mudah-mudahan di pertengahan tahun sudah bisa lelang minimal repeater,” tutur Eri kepada awak media.
Dijelaskan, pagu anggaran yang disiapkan sekira Rp 3 miliar. Untuk pengadaan repeater seluler serta pembangunan sepuluh tower. Kata Eri, kesembilan desa tersebut desa tersebut belum memiliki tower yang diperuntukkan kepentingan seluler.
Eri membeberkan, yang menjadi kendala yaitu sejumlah desa belum teraliri listrik 24 jam. Sehingga pihaknya bakal berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penyelesaiannya.
“Untuk bulannya (pengerjaan) belum bisa memastikan. Karena data-data masih kami kumpulkan dan koordinasi. Kami maunya itu sudah ada persetujuan operator seluler. Jangan sampai itu sudah dibangun tetapi operatornya enggak mau pasang di sana,” terangnya.
Diskominfo, sambung Eri, menargetkan sembilan desa blank spot tersebut bia ditangani tahun ini. Sehingga masyarakat bisa segera merasakan jaringan seluler. Bila telah rampung, maka tugas RPJMD dan Renstra telah tuntas dilaksanakan. Sehingga Diskominfo bisa beralih ke desa-desa yang lainnya. “Tergantung pada kebijakan pimpinan,” imbuhnya.
Adapun kesembilan desa tersebut meliputi Desa Sallo Cella Kecamatan Muara Badak, Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman, Desa Batuq, Muara Aloh, Tanjung Batuq Harapan di Kecamatan Muara Muntai. Lalu tiga desa di Kecamatan Kota Bangun di antaranya Desa Sebelimbingan, Muhuran dan Wonosari. (man)












