Penerapan Gema, Calon PPPK Kukar Ikuti Tes Mengaji Sebelum Dilantik

Penerapan Gema, Calon PPPK Kukar Ikuti Tes Mengaji Sebelum Dilantik
Ilustrasi.

KUTAI KARTANEGARA – Penerapan Gerakan Etam Mengaji (Gema) sebelum calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjalani prosesi pelantikan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Hal ini dianggap sebagai upaya membangun birokrasi yang berintegritas moral dan spiritual.

Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar Mopfiyanto Ramadhan menyatakan, pelaksanaan Gema berlandaskan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021 yang menekankan pentingnya nilai-nilai religius dalam etika aparatur negara.

“Gema bukan sekadar tes, tetapi ajakan untuk memperkuat akhlak dan integritas. Ini adalah salah satu bentuk implementasi nilai-nilai religius dalam sistem birokrasi kita,” ucap Mopfiyanto saat diwawancara, Jumat (23/5/2025).

Baca Juga  Pelatihan Kerja di PPU Tetap Dilaksanakan Meski Anggaran Dipangkas

Untuk mendukung pelaksanaan program ini, BKPSDM Kukar menggandeng Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang turut serta dalam proses penilaian kemampuan membaca kitab suci. Tes tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi Muslim, melainkan juga diarahkan kepada peserta nonmuslim untuk membaca kitab suci sesuai agama masing-masing.

Dari hasil pelaksanaan, nantinya akan tercatat variasi kemampuan para peserta. Ada yang lancar membaca, ada pula yang masih terbata-bata. Namun menurut Mopfiyanto, yang terpenting adalah semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Baca Juga  Pawai Ogoh-Ogoh Kukar Bakal Digelar di Desa Kerta Buana

“Program ini bukan untuk menghakimi, tetapi membentuk kultur birokrasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga bermoral,” tegasnya.

Melalui tes tersebut, Mopfiyanto berharap tercipta aparatur yang tidak hanya bekerja profesional, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai spiritual dalam pelayanan publik.

“Kami tidak dalam posisi menghakimi, tetapi mengajak ke arah kebaikan. Untuk yang beragama lain, juga kami arahkan membaca kitab suci masing-masing,” pungkasnya. (fjr)