Desa Ponoragan Jawab Tantangan Ekonomi Lewat Hilirisasi Perikanan dan Pertanian

Kades Ponoragan Sarmin. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Di tengah fluktuasi harga hasil panen dan lesunya pasar ikan lele, Desa Ponoragan di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), memilih jalur berbeda. Tak mau bergantung pada sektor hulu, desa ini mulai memacu sektor hilir dengan berbagai produk olahan hasil perikanan dan pertanian sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakatnya.

Kepala Desa Ponoragan Sarmin menyampaikan, desa yang mayoritas lahannya digunakan untuk budidaya ikan kini mulai serius mengembangkan hilirisasi produk perikanan sebagai solusi jangka panjang. Desa ini bahkan tercatat sebagai penghasil bibit ikan air tawar terbesar di Kaltim dengan 50 persen lahannya dimanfaatkan untuk budidaya.

Baca Juga  Gubernur Klaim Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim Terendah Se-Indonesia

“Untuk menjaga mutu, kami hanya memasarkan bibit ikan jenis F1 dan F2. Sedangkan F3 tidak kami rekomendasikan untuk pembesaran karena biayanya jauh lebih tinggi,” ujar Sarmin, Selasa (24/6/2024).

Namun keunggulan Ponoragan tak berhenti di sektor bibit. Menyiasati rendahnya harga pasar ikan lele, pihaknya mengambil langkah strategis dengan mengolah lele menjadi produk bernilai tambah seperti abon, empek-empek, dan kerupuk lele. 

“Inovasi ini bukan hanya menjaga harga lele di tingkat petani, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” ungkapnya.

Tak hanya sektor perikanan, pertanian di Ponoragan pun bergerak maju dengan prinsip serupa. Melalui kemitraan dengan BUMDes Loh Sumber, desa ini mampu menyerap hasil panen padi warga secara maksimal. Para petani pun tak lagi dipusingkan soal pemasaran.

Baca Juga  Jalan Sehat Pakai Sarung, Kemenag Kukar Peringati Hari Santri Nasional 2023

“Dengan kerja sama ini, hasil panen padi kami terserap maksimal. Untuk hasil sayuran, para petani sudah punya pasar sendiri karena pengepul rutin datang ke desa,” tutur Sarmin.

Dia menekankan bahwa fokus ke depan adalah membangun rantai hilir pertanian, agar nilai jual produk meningkat dan ketahanan ekonomi desa tetap terjaga.

“Pemasaran bukan lagi masalah. Sekarang yang jadi perhatian kami adalah bagaimana main slot demo dan perikanan ini bisa naik kelas melalui pengolahan yang lebih kreatif,” tandasnya. (adv/fjr)

Baca Juga  Panorama Laut Biru Pantai Kaltim Park Jadi Alternatif Liburan Akhir Tahun

monperatoto

monperatoto