SAMARINDA – Sopir mobil yang menabrak bangunan rumah warga hingga menyebabkan kebakaran dan menewaskan tujuh orang penghuninya dilaporkan melarikan diri. Sebagaimana keterangan pihak kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan.
“Penyebab kecelakaan mobil sedang dilakukan penyelidikan. Nanti perkembangannya masih kami dalami. Karena sampai saat ini sopir mobil dari kecelakaan ini masih melarikan diri. Jadi sementara masih kami lakukan penyelidikan,” ucap Ary Fadli saat ditemui di lokasi kejadian, Ahad (17/4/2022).
Ary Fadli menerangkan pihaknya masih mengumpulkan barang bukti terkait insiden nahas tersebut. Termasuk CCTV yang berada di sekitar lokasi.
“Masih selidiki, CCTV di dekat lokasi dalam kondisi mati. Jadi kami masih cek lagi ada beberapa titik lagi yang kemungkinan masih bisa kami harapkan memberikan informasi,” terangnya.
Di lokasi kejadian polisi telah melakukan olah TKP dan memasang garis polis line guna penyelidikan. Selain itu pihaknya mengamankan mobil yang menabrak bangunan.
“Lokasi kebakaran masih kami garis police line, dan lakukan olah TKP. Termasuk kendaraan yang diduga menjadi penyebab awal kejadian kebakaran,” paparnya.
Ary Fadli menjelaskan, korban yang tewas dalam musibah kebakaran berjumlah tujuh orang, sedangkan satu korban selamat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Rata-rata korban meninggal karena sesak napas, bukan karena terbakar. Jadi kondisi kebakaran hanya di bagian depan, sehingga mereka tidak bisa keluar karena tidak ada pintu cadangan,” ujarnya.

Saat kebakaran terjadi diketahui bangunan ruko 3 pintu yang berada di Jalan AW Syahranie, Samarinda dihuni tiga kepala keluarga. Namun 2 pintu ruko dalam keadaan tak berpenghuni.
“Dari tiga ruko yang terisi hanya satu, Pak Amiruddin (Daeng Anto). Sedangkan dua lainnya kosong,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil menabrak rumah warga di Samarinda, hingga menyebabkan satu bangunan terbakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.50 Wita pada Ahad.
Dalam musibah itu, satu keluarga tewas setelah terjebak di dalam bangunan. Tujuh orang dilaporkan tewas dan satu dilarikan ke rumah sakit.
“Ada delapan korban yang kami evakuasi, dua yang masih bernapas, sedangkan enam korban meninggal di tempat. Informasi terbaru salah satu dari dua korban yang selamat meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Jadi total ada tujuh orang yang meninggal,” kata Humas Damkar Samarinda Herry Suhendra saat ditemui Komparasinews.com di lokasi kebakaran. (nta)












