Perempuan Kukar Mesti Ambil Peran Penting Hadapi Tantangan Era Digital

Perempuan Kukar Mesti Ambil Peran Penting Hadapi Tantangan Era Digital
Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kukar Faridah. (Zulkar/Komparasi)

Catatan Hari Kartini

RADEN Ajeng Kartini adalah sosok perjuangan bagi kaum wanita pada zaman itu, tentang status sosial hak para wanita pribumi. Dan sebagai bukti perjuangan Raden Ajeng Kartini kita sangat mengenal buku yang telah disusun dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Makna yang dapat kita rasakan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini sangatlah banyak bagi kaum perempuan di masa sekarang ini. Kita mengenal yang namanya kesetaraan gender yang mengacu pada hak, tanggung jawab, dan kesempatan yang sama antara perempuan dan laki-laki.

Baca Juga  Kisah Lathifah Azmi, Siswi Berprestasi Kaltim yang Kantongi Sebelas LOA Kampus Luar Negeri

Kita patut berbangga karena pada saat ini secara khusus di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat beberapa perempuan yang memiliki peran dan kesempatan yang sama dengan laki-laki di berbagai bidang. Seperti peran perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, politik, hukum, dan lain-lain.
Jika kita melihat zaman Raden Ajeng Kartini hal-hal seperti di atas tidak bisa dilakukan perempuan karena status sosial hak para wanita.

Pada kesempatan ini saya mengingatkan kepada kaum perempuan agar mempergunakan waktu dan kesempatan yang sangat baik ini untuk terus berpartisipasi, berkarya dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Agar perempuan makin hari makin maju dan berkembang, serta dapat bersaing di segala lini dan tetap semangat dalam menghadapi tantangan pada era serba digital ini.

Baca Juga  Bupati Kukar Edi Damansyah Resmikan Pusban CSR Desa Tanah Datar

Dengan adanya kesetaraan gender, perempuan tetap menjaga harkat martabat keluarga serta menjadi pendukung bagi suami dan saling menghargai. Saya juga berharap agar perempuan menjadi peran yang terbaik bagi keluarga, masyarakat serta berbangsa dan bernegara. Sebagai penutup, lindungi dan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. (***)

*Ditulis oleh Faridah, Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kukar.