KUKAR IDAMAN SEP 26

Bahayakan Publik, Dinas PU Kukar Didesak Tuntaskan Proyek Drainase di Jalan Stadion

Bahayakan Publik, Dinas PU Didesak Tuntaskan Proyek Drainase di Jalan Stadion
Aksi aliansi Busur Kukar di depan Kantor Dinas PU Kukar. (Zulkar/Komparasi)

KUTAI KARTANEGARA – Aliansi Bubuhan Suara Rakyat (Busur) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (30/5/2022). Mereka menyoroti adanya dugaan kasalahan proyek pengerjaan drainase di Jalan Stadion, Kelurahan Panji, Tenggarong.

Dalam orasinya, salah seorang anggota Busur Mursid mengatakan, proyek yang dimaksudkan untuk penanganan banjir tersebut justru malah membahayakan publik. Khususnya bagi pengendara yang melintas. Karena ada beberapa kejadian kecelakaan yang diakibatkan penumpukan material di badan jalan.

“Kami mendesak Pemkab untuk menindak tegas penyedia jasa proyek drainase agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Baca Juga  Kaltim Punya Banyak Produk Berkualitas, Pj Gubernur: Harus Dipasarkan di Tempat Premium

Selain itu, dia juga meminta Dinas PU agar melakukan pengawasan terhadap dampak lingkungan di sekitar kegiatan proyek dan menyelesaikan pengerjaan fisik tersebut hingga tuntas.

Kepala Dinas PU Kukar Wisnu Wardhana menerima audiensi para demonstran. (Zulkar)

Sementara itu Kepala Dinas PU Kukar Wisnu Wardhana menampik bahwa proyek tersebut mangkrak. Kesepakatan kontrak pengerjaan sampai 31 Desember 2021, namun masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Kontraktor pun diberi kesempatan dalam waktu satu bulan kedepan untuk menyelesaikannya.

Baca Juga  Perayaan HUT Ke-2 Kecamatan Samboja Barat Digelar Bersamaan Musrenbang

“Kami sepakat satu bulan ke depan harus ada kejelasan kontrak itu selesai atau tidak. Kalau tidak selesai diputus kontrak,” tegasnya.

Wisnu menjelaskan bahwa pengerjaan drainase tersebut memiliki panjang 800 meter dan lebar 140 sentimeter, dari jalan stadion sampai ke jalan durian.

Kondisi drainase di jalan stadion. (Istimewa)

Wisnu mengakui adanya beberapa kendala yang dalam pengerjaannya. Salah satunya pembebasan lahan warga. Namun hal itu dapat disiasati dengan pemindahan beberapa jaringan pipa PDAM dan tiang listrik PLN.

Baca Juga  Lestarikan Tradisi, Pesta Erau Adat Benua Tuha Siap Digelar Tahun Ini

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM dan PLN supaya bisa dipindahkan supaya bisa dilanjutkan,” pungkasnya. (zu)