SAMARINDA – Borneo FC gagal memanfaatkan peluang sebagai tuan rumah saat bertemu Barito Putera pada lanjutan Piala Presiden 2022 Grup B di Stadion Segiiri Samarinda, Rabu.
Mereka ditahan Barito Putera 0-0 meski lawan harus bertarung dengan 10 pemain.
“Kami memiliki harapan tinggi untuk memenangkan pertandingan. Tetapi ya kami tidak punya kreativitas untuk malam ini,” sesal Pelatih Borneo FC Milomir Seslija yang mengaku sedikit kecewa dengan hasil pertandingan.
Dia menjelaskan, pada babak pertama timnya banyak melakukan kesalahan. Seperti memiliki banyak kesempatan, namun tak mampu mencetak satu gol pun.
Organisasi permainan tidak berjalan baik dan bahkan banyak membiarkan musuh menyerang.
Barito harus bermain dengan sepuluh orang usai salah satu pemainnya menerima kartu kuning kedua. Dia mengatakan kartu merah tidak selalu menjadi kesempatan bagus dalam suatu pertandingan.
“Kami kehilangan fokus di permainan ini. Tetapi pertandingan selanjutnya kita harus bangkit. Kami akan melakukan yang terbaik meski waktu berlatih pendek karena semua tim di grup ini tim yang bagus,” kilah Seslija.
Dia tetap berpikir positif meski telah kehilangan dua poin, dengan membandingkan poin dan klub lain yang kehilangan poin lebih banyak.
“Kami cuma kehilangan dua poin. Tetapi berkaca dengan klub lain seperi Persib dan Arema kita kemungkinan bisa lebih bagus lagi,” ucapnya optimistis.
Seslija juga memuji Barito Putera yang bermain dengan bagus meskipun kehilangan satu pemain.
Sementara Pelatih Barito Putera, Dejan Antonic justru sangat bahagia karena meski harus bermain dengan sepuluh pemain. Mereka sukses menahan tim tuan rumah Borneo FC.
“Kami bisa curi poin walau kita sepuluh pemain. Anak-anak semangat dan taktik yang dimainkan bagus sekali,” puji Dejan Antonic.
Barito Putera harus bermain dengan sepuluh orang setelah Franc Sokoy melakukan pelanggaran terhadap Matheus de Sousa Santos dan menerima kartu kuning keduanya pada menit ke-57.
“Kami banyak kartu kuning karena kami fight. Kami mau curi poin dan anak-anak fight, enggak lihat kartu kuning atau merah,” jelasnya.
Dejan pun bersyukur kedua tim baik Barito Putera maupun Borneo FC tidak ada yang mengalami cedera parah.
“Yang penting kami enjoy, kerja keras. Kalo Tuhan bilang kami lolos ya lolos, kalau tidak ya tidak. Tetapi saya suka kerja keras anak-anak dari awal sampai akhir pertandingan,” tuturnya.
Dejan menyebut timnya akan menggunakan waktu tiga hari yang diberikan untuk banyak berlatih dan beristirahat sebelum melawan Madura United.
“Saya tahu anak-anak kerja keras dan saya hormat. Semoga kedua tim bisa lolos,” harapnya.
Pertandingan Barito Putera vs Borneo FC juga disaksikan Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan. (nta)












