KUTAI KARTANEGARA – Bahasa Kutai akhirnya masuk dalam kurikulum lokal pendidikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, dan SMP.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, pihaknya juga akan memperjuangkan Bahasa Kutai masuk ke dalam kurikulum SMA yang kewenangannya di bawah provinsi.
“Beberapa waktu lalu sudah resmi meluncurkan, pelajaran Bahasa Kutai masuk dalam kurikulum lokal di satuan pendidikan,” kata Edi, Senin (4/7/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Thauhid Afrilian Noor menambahkan, dalam waktu dekat akan membuat kalender pendidikan.
Termasuk untuk memasukan muatan lokal (mulok) bahasa Kutai. Ke depannya, akan dipertajam lagi dengan mengadakan rapat koordinasi khusus internal terkait dengan kurikulum.
“Pelaksanaannya nanti bertahap, tidak bisa langsung. Kalau mulok itu bertahap,” jelasnya.
Selain itu, ada pembahasan terkait buku panduan guru mata pelajarannya. Termasuk juga dengan buku pelajaran kepada anak didik.
Adapun dari beberapa logat Kutai, akan dilakukan menjadi satu. Sebab apabila berbeda-beda agak repot.
Namun, Thauhid mengatakan bakal mengutamakan persiapan tenaga pengajarnya. Oleh karena itu, Disdikbud Kukar akan mengadakan pelatihan khusus bahasa Kutai.
“Sudah ada beberapa kali rapat koordinasi cuma belum menentukan siapa-siapa orangnya. Makanya secara bertahap lakukan itu,” tandasnya. (zu)












