SAMARINDA – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Rusmadi memboyong sejumlah perangkat daerah untuk menyusuri Sungai Karang Asam Besar (SKAB), Selasa (5/7/2022). Dalam penyusuran itu orang nomor dua di Kota Tepian tersebut sampai rela tiarap untuk melintasi beberapa kolong jembatan yang dilewati.
Tinjauan ini juga memastikan keseriusan Pemkot Samarinda yang berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Kementerian PUPR. Dalam melaksanakan kegiatan pengendalian banjir sekaligus menghilangkan kesan hanya fokus daerah terdampak Sungai Karang Mumus saja.
Rusmadi mengemukakan, berdasarkan tinjauan melalui susur sungai sekiranya dengan panjang 8 kilometer Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim dan BWS Kalimantan IV berhasil melakukan normalisasi sungai pada segmen tersebut.
“Dengan panjang yang ada, normalisasi dilakukan sudah berjalan selama 3 tahun belakangan ini,” ungkapnya.
Menurutnya dengan panjang sungai yang telah dinormalisasi, itu hanya sebagian dari panjang keseluruhan SKAB.
Dikatakannya masih terdapat 1,6 kilometer lagi yang hingga saat ini masih belum tersentuh kegiatan normalisasi yang disebabkan oleh hunian milik masyarakat yang ada di badan sungai.
“Nah hitungannya itu mulai dari muara di Mahakam Lampion Garden (MLG) sampai ke arah hulu di daerah Lok Bahu,” terangnya.
Bahkan selama susuran itu, Rusmadi mengemukakan tidak sedikit buritan rumah warga hanya berjarak satu sampai dua meter.
“Bahkan sudah ada gantungan sampah yang siap dibuang,” ungkapnya.
Direncanakan pada tahun ini Pemkot Samarinda menangani dari sisi dampak sosial. Yaitu mengenai pembebasan lahan dalam rangka mendukung normalisasi sungai. Menurutnya upaya itu tidak hanya dilakukan untuk penanganan banjir.
“Jadi mari kita jaga sungai kita karena bersih itu indah,” tandasnya seraya mengharapkan dukungan warga dalam mendukung rencana pembebasan lahan demi mendukung program normalisasi. (xl)












