BERAU – Prestasi membanggakan diraih Dinda Budaya Kutim, Dera Fiorentina Agatha. Siswi SMAN 1 Kongbeng ini sukses menjadi juara pertama dalam ajang Pemilihan Kanda dan Dinda Budaya Tingkat Provinsi Kaltim 2022 di Berau selama tiga hari, mulai 3 sampai 5 Agustus 2022.
Ajang ini diikuti sembilan kabupaten/kota di Kaltim. Minus Bontang yang tidak mengirimkan perwakilan Kanda dan Dinda kali ini.
Dari Kabupaten Kutim mengirim dua pasang duta budayanya, yang merupakan hasil pemilihan duta budaya tingkat Kabupaten sebelumnya. Yakni Kutim 1, Kanda Handi Wijaya (STIPER Kutim) dan Dinda Dera Fiorentina Agatha (SMAN 1 Kongbeng). Kemudian Kutim 2, Kanda Muhammad Reza Alfani dan Dinda Shafa Dwinanda Yudita.
Kepala Bidang Kesenian Tradisi dan Perfilman Dinas Kebudayaan Kutim Hendra Ekayana yang turut mendampingi dalam kegiatan itu mengatakan, semua perwakilan Kutim 1 dan Kutim 2 melaju hingga 10 besar.
Untuk juara satu Kanda diraih oleh perwakilan Paser Rahman Hidayat dan Dinda diraih oleh Dera Fiorentina Agatha dari Kabupaten Kutim. Sedangkan Kanda Handi Wijaya meraih kategori Kanda Budaya Intelegensia.
Hendra menambahkan, sebelum mengikuti lomba di tingkat Provinsi Kaltim, perwakilan Kutim ini diberikan pelatihan secara maraton selama sepuluh hari. Seperti latihan public speaking, unjuk bakat serta materi terkait wawasan tentang kebudayaan.
“Anak-anak ini latihan mulai pagi sampai tengah malam. Memang apa yang telah mereka perjuangkan itu, tidak membohongi hasilnya. Ini hasil sangat luar biasa,” kata Hendra.
Atas hasil tersebut tentunya Dinas Kebudayaan Kutim memberikan apresiasi luar biasa kepada putra maupun putri perwakilan Kutim ini.
“Mereka (Kanda dan Dinda Kaltim) akan mengikuti Duta Budaya tingkat Nasional pada tahun 2023 mendatang. Sebab, yang mengikuti Duta Budaya tingkat nasional tahun ini adalah mereka yang terpilih pada tahun 2021 sebelumnya. Tentu ini akan menjadi tantangan yang lebih hebat lagi, kita harapkan bisa menjadi perwakilan Kaltim tahun 2023 nanti,” jelasnya.
Lebih jauh dia berharap mereka yang terpilih itu bisa menjadi pionir generasi muda dan milenial. Untuk memajukan memajukan memajukan kebudayaan khususnya di Kutim dan Kaltim pada umumnya. (xl)












