SAMARINDA – Perpustakaan Kota Samarinda mendapat pujian dari Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Muhammad Syarif Bando. Perpustakaan kebanggaan Kota Tepian ini disebut merupakan yang terbaik dari puluhan perpustakaan lainnya yang telah diresmikannya.
“Saya bangga sekali dan apresiasi pemerintah pusat. Dari sekian puluh perpustakaan yang kita resmikan, yang terbaik adalah Kota Samarinda. Dengan dana (DAK) yang terbatas, kolaborasi luar biasa dengan APBD kota, ternyata pak wali yang juga seorang arsitek luar biasa ini menyumbangkan Rp14 miliar (APBD kota),” ungkap Syarif saat peresmian gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum kota Samarinda di Jalan Kesuma Bangsa, Selasa (20/9/2022).
Dia menjelaskan gedung Perpustakaan Samarinda harus mewah karena hanya satu di Samarinda. Sebab yang dibangun di perguruan tinggi hanya milik mahasiswa dan civitas akademisi di kampus.
“Kalau Perpustakaan Samarinda milik masyarakat Kalimantan Timur bukan hanya masyarakat kota Samarinda. Insyaallah Kaltim menjadi Ibu kota negara, yang akan dikunjungi pengunjung domestik dan wisatawan internasional,” sambungnya.
Menurut Syarif, kehadiran Perpustakaan Samarinda yang mewah ini adalah sebuah langkah persiapan kota Samarinda sebagai penunjang dari IKN. Kebijakan pemerintah pusat untuk memfasilitasi infrastruktur dalam mengimplementasikan dan mempercepat terwujudnya peningkatan kualitas SDM yang maju disebut dapat disaksikan di Samarinda.
Atas pujian ini Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah pusat. Atas bantuan yang diberikan terhadap pembangunan Perpustakaan Samarinda.
“Terima kasih tak terhingga pada Pemerintah Pusat, khususnya kepada Bapak Presiden Indonesia dan Bapak Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang terus memberi bantuan kepada Pemerintah kota Samarinda. Bersama APBD kota Samarinda kita bisa menghasilkan perpustakaan yang bisa menjadi kebanggaan kota Samarinda bahkan menjadi kebanggaan Indonesia,” tuturnya.
Syarif menyampaikan, bangunan modern yang telah diresmikan itu menjadi bukti kesungguhan pemerintah. “Hal ini menjadi bukti bahwa kita bersungguh-sungguh memajukan perpustakaan, maka hasilnya pasti akan memuaskan,” tegasnya.
Menurutnya saat ini perpustakaan bukan hanya menjadi tempat koleksi buku. Tetapi menjadi sarana berbagi informasi, tempat berkomunikasi serta wadah interaksi masyarakat dan pegiat literasi. Sehingga perhatian pemerintah terhadap perpustakaan, baik perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi dan sekolah, perpustakaan khusus, serta taman bacaan masyarakat, menjadi sangat besar. (xl)












