Harap IKN Segera Terwujud, Ketua Adat Dayak Tanjung Benuaq Minta Pemerintah Lakukan Ini

Harap IKN Segera Terwujud, Ketua Adat Dayak Tanjung Benuaq Minta Pemerintah Lakukan Ini
Ketua Adat Dayak Tunjung Benuaq Andipati Yohanes Yanti Embung Atal Maut. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Ketua Adat Dayak Tunjung Benuaq Andipati Yohanes Yanti Embung Atal Maut mengharapkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim segera terwujud.

“Saya ingin melihat dan merasakan IKN Nusantara secara nyata. Jika tidak sempat merasakan, maka anak cucu saya harus merasakan IKN,” sebut pria berusia 107 tahun ini.

Sebagai salah seorang Ketua Adat Dayak Tunjung di Kaltim, dia sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi. Yang telah memindahkan dan membangun IKN di Kaltim, khususnya Sepaku Penajam Paser Utara (PPU) dan Kukar.

Baca Juga  Tiga Anak Tewas dalam Kebakaran Rumah di Sungai Meriam Kecamatan Anggana

Dirinya sangat yakin pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim berdampak positif bagi kemakmuran masyarakat lokal di bumi Borneo.

“Kepindahan dan pembangunan IKN jelas kami terima dengan tangan terbuka disertai hati yang tulus ikhlas. Karena ini menunjukkan adanya perhatian dan keseriusan pemerintah,” ucapnya.

Andipati juga berharap keberadaan IKN berdampak positif bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kaltim. Bukan hanya bagi masyarakat Dayak.

“Beragam suku yang ada di Kaltim, diharapkan bisa merasakan kesejahteraan dampak dari IKN,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkab Kukar Jamin Stok Pangan Selama Ramadan Masih Aman

Menurut Andipati, hingga saat ini Kaltim bisa tetap aman, damai, dan tenteram. Dengan hadirnya pendatang baru, diharapkan Kaltim akan tetap aman. Yang terpenting tidak ada praktik adu domba antarsuku dan agama di Kaltim.

Demi menghadapi IKN, dirinya meminta pemerintah pusat dan daerah agar merawat potensi masyarakat lokal. Seperti sektor perikanan, peternakan, pertanian dan perkebunan. Khususnya di di desa Loa Duri Ulu agar difasilitasi dan ditingkatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami masyarakat Dayak yang biasa bertani berpindah-pindah, perlu dilakukan bimbingan dan pelatihan peningkatan produksi pertanian. Ini sangat penting demi memajukan masyarakat lokal,” pungkasnya. (zu)