BARITO UTARA – Keberadaan orang utan di Cagar Alam Pararawen, Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk pertama kalinya terdeteksi di akhir 2022 silam. Seekor orang utan tertangkap kamera jebak, setelah sebelumnya hawan langka asal Indonesia ini tidak pernah terdeteksi.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, keberadaan orang utan di Cagar Alam Pararawen menambah informasi kekayaan keanekaragaman hayati di dalamnya.
“Semoga populasi orangutan di Cagar Alam Pararawen dapat terus terjaga dan mampu menjalankan fungsi ekosistem di dalamnya,” tuturnya.
Diketahui, kawasan konservasi ini ditunjuk sebagai cagar alam pada 1979. Dalam SK Penunjukan kawasan konservasi CA Pararawen, orang utan tidak pernah disebut sebagai salah satu nilai penting kawasan.
Informasi dari masyarakat desa yang berada di sekitar kawasan Cagar Alam Pararawen, yang secara turun temurun mendiami dan menggantungkan hidupnya dari kawasan sekitar Cagar Alam Pararawen, juga tidak pernah sekalipun bertemu, menjumpai, atau mendengar suara orang utan.
Informasi tentang keberadaan orang utan di kawasan ini hanya berdasarkan laporan masyarakat yang menyampaikan pertemuannya dengan orang utan di dalam kawasan yakni pada tahun 2020 dan 2021.
“Atas dasar laporan tersebut, maka dipasang kamera jebak pada tahun 2021, namun tidak membuahkan hasil rekaman orang utan. Baru pada akhir tahun 2022, kamera jebak merekam langsung aktivitas seekor orangutan, yang sekaligus menjadi legitimasi keberadaan orang utan di Cagar Alam Pararawen,” tegasnya. (xl)












