Masih Ada Masyarakat Belum Terdaftar JKN, Ini Langkah Pemkot Samarinda

Masih Ada Masyarakat Belum Terdaftar JKN, Ini Langkah Pemkot Samarinda
Sosialisasi Perwali Samarinda Nomor 4 Tahun 2023 di ruang Rapat Mangkupelas Balaikota, Jumat (10/3/2023) siang. (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengungkap sampai saat ini masih ada warga yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karenanya Pemkot mengambil langkah cepat melalui Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Program Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).

“Peraturan ini merupakan hasil evaluasi serta masukan dari masyarakat yang menjadi catatan bagi pihak pelaksana Probebaya agar manfaatnya secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat,” sebut Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda Mochamad Arif Surochman dalam Sosialisasi Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 4 Tahun 2023 di ruang Rapat Mangkupelas Balaikota, Jumat (10/3/2023) siang.

Baca Juga  Pemkot Samarinda Masuk 10 Besar Indeks Adaptif Implementasi BerAKHLAK

Lebih lanjut disampaikan, ada juga program penunjang penurunan stunting berupa pemberian makanan tambahan dan vitamin di posyandu. Pengadaan perlengkapan sekolah bagi setiap siswa SD, SMP, yang masuk didalam data Social Security Number (SSN), penunjang pelaksanaan gotong royong atau kerja bakti sebesar Rp250 ribu untuk sekali pelaksanaan gotong royong minimal 2 kali dalam sebulan selama setahun.

“Mulai Tahun 2023 ini, melalui Probebaya, kami Pemerintah Kota bekerja sama dengan seluruh kecamatan dan kelurahan sekota Samarinda, akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat mulai dari sektor Pendidikan, Sektor Ekonomi, Sektor Kesehatan, Sektor Sosial Budaya, dan juga Sektor Pembangunan,” terang Arif.

Baca Juga  Dandim Terbaik Ada di Kutai Kartanegara, Bawa Kodim Raih Double Winner Kejuaraan Nasional

Ketua Tim Walikota Akselarasi Pembangunan (TWAP) Syaparudin menyatakan, Program Probebaya ini harapannya adalah menjadi lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Supaya masyarakat di lapis terbawah yang belum merasakan manfaatnya bisa juga dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

“Masyarakat bersama RT rembuk merencanakan pembangunan, kemudian dieksekusi melalui Pokmas. Kemudian termasuk mengawasi pembangunan dan pada akhirnya masyarakat yang menikmati pembangunan itu. Karena semua RT telah mendapatkan dana Probebaya 100 juta pertahun maka berarti masyarakat pula yang menikmati,” bebernya.

Baca Juga  Wali Kota Samarinda Klaim Mahakam Lebih Indah Dibanding Sungai di Thailand

“Inilah yang dalam teori dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Direncanakan oleh rakyat, dilaksanakan oleh rakyat dan dinikmatin oleh rakyat,” tegas Syaparudin. (xl)