SAMARINDA – Belasan ribu jiwa terdampak banjir di Long Kali, Paser. Sebagaimana disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Paser Adi Maulana dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pascabencana Banjir di Paser di Ruang Rapat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Rabu (29/3/2023).
Dia menyebutkan warga yang terdampak sebanyak 14.975 jiwa. Dengan kerugian yang diderita petani mencapai Rp25 miliar. Banjir ini juga berdampak pada 1.400 hektare lahan pertanian dan 121,75 hektare kebun, serta infrastruktur baik jalan longsor dan jembatan ambruk.
Mendapati fakta tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni menyatakan perlu dipetakan masalah Long Kali ini. “Siapa melakukan apa, seperti Pemkab Paser melakukan apa dan apa yang bisa diintervensi Pemprov Kaltim, begitu juga kementerian dan lembaga pusat,” ujarnya.
Disampaikan, ada tiga hal penting dalam transisi pemulihan. Meliputi perbaikan permukiman yang terendam dan tidak bisa dihuni, aktivasi kembali kegiatan pertanian, dan juga perbaikan infrastruktur.
“Seperti tadi dari pusat bisa membantu bibit tanaman. Tetapi kami tetap mengupayakan bagaimana nasib petani. Kan tadi ada yang tinggal lima hari mau panen, tetapi habis tanamannya rusak akibat banjir,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, butuh pemetaan lebih konkret. Supaya ketika dilakukan kegiatan, maka permasalahan yang dihadapi segera terselesaikan dan pemulihan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami akan bantu sama-sama pemulihan ini. Pemkab Paser sendiri memetakan apa saja program pemulihan, Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat siap bantu,” beber Sri. (xl)












