Pemindahan IKN Jadi Peluang Baru Pelaku Usaha Pariwisata Samarinda

Pemindahan IKN Jadi Peluang Baru Pelaku Usaha Pariwisata Samarinda
Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim menjadi peluang baru bagi pelaku usaha pariwisata di Samarinda. Sebagaimana disampaikan Wali Kota Andi Harun dalam soft Opening salah satu hotel di Samarinda, Sabtu (8/4/2023).

Kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) menyadari Samarinda tidak bergantung pada kekayaan sumber daya alam (SDA) seperti daerah lain yang ada di Kalimantan pada umumnya. Tetapi sebagai ibu kota provinsi, pihaknya menetapkan Samarinda sebagai kota masa depan yang bertumpu pada sektor Industri, jasa dan perdagangan.

“Oleh karenanya Pemkot Samarinda fokus untuk mengembangkan di sektor yang berbasis renewable resources, salah satunya seperti sektor pariwisata,” ungkap Andi Harun.

Baca Juga  Pansus DPRD Kaltim Tekankan Pemerataan Pendidikan dan Peningkatan PAD dalam RPJMD 2025–2029

Dijelaskan, Samarinda memiliki potensi yang menjadi magnet investasi yang kuat bagi para investor. Untuk menanamkan modal dalam membangun fasilitas penunjang bagi para wisatawan dan pelaku bisnis.

“Apalagi rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, yang menjadi peluang baru bagi pelaku usaha pariwisata, utamanya penyedia jasa perhotelan,” sebut mantan Lagislator Kaltim itu.

Menurutnya, kebutuhan sarana penunjang hotel di Samarinda masih sangat terbuka. Lantaran Samarinda berbatasan langsung dengan IKN. Sehingga salah satu Daerah di Samarinda yaitu Kecamatan Palaran dilirik oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan sektor swasta untuk dijadikan kota satelit di masa datang.

Baca Juga  Borneo FC Tekuk PSM Makassar, Milo: Suporter Lakukan Tugas Mereka

Andi Harun menuturkan, berdasarkan survei, mayoritas wisatawan pasti mencari pengalaman kuliner yang unik saat berkunjung ke suatu daerah. Hal itu menurutnya bisa dimaksimalkan dalam pengembangan Samarinda menjadi sebuah kawasan wisata.

“Ada dua pihak yang sangat berperan yang pertama palaku usaha kuliner kreatif yang menawarkan konsep Urbanlife style atau gaya hidup perkotaan. Dan yang kedua pelaku usaha kuliner yang menawarkan kearifan lokal,” tegas orang nomor satu di Kota Tepian ini. (xl)