JAKARTA – Kabar duka dari keluarga Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Putra sulungnya, AKP Novandi Arya Kharizma meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jakarta.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi Senin (7/2/2022) dini hari sekira pukul 00.30 WIB. Kejadian bermula saat kendaraan sedan yang ditumpangi Novandi berjalan dari arah selatan ke utara melalui Jalan Raya Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Sesampainya di seberang Terminal Bus Senen, mobil menabrak separator TransJakarta, kemudian terbakar. Kendaraan itu pun mengalami kerusakan karena seluruh bodinya terbakar.
Kabar wafatnya Novandi dibenarkan Administrasi Pimpinan Provinsi (Adpimprov) Kaltara. Di halaman resmi Facebook, Biro Adpimprov Kaltara menggunggah ucapan duka cita.
“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Jajaran Pemprov Kalimantan Utara mengucapkan duka cita atas berpulangnya AKP Novandi Arya Kharizma, S.I.K., M.Si, Putra Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal A Paliwang, S.H.,M.Hum di Jakarta. Semoga amal dan ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin,” tulis akun Biro Adpimprov dengan poster ucapan duka cita.
AKP Novandi Arya adalah putra sulung dari Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang. Novandi Arya diketahui memiliku dua orang adik perempuan. Saat ini Novandi Arya bertugas di Sat Pol Air Berau, Kaltim.
Putra Sulung Gubernur Kaltara ini sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kasat Pol Air Polres Kukar dan bertugas di KP3 Samarinda. Sebelum menjadi polisi, Novandi Arya pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Kendal.
Dalam akun Facebook pribadinya, disebutkan Novandi Arya pernah melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Adminisrasi Negara di Universitas Mulawarman.
Diketahui pilihan karier Novandi Arya sebagai polisi ternyata mengikuti jejak sang ayah. Sebelum menjadi Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang adalah seorang polisi dengan pangkat Brigjen. Sama dengan anaknya, Zainal sebelumnya juga lama berkarir di Pol Air. Hingga akhirnya Zainal menjabat sebagai Wakapolda Kaltara dan pensiun, lalu menjadi Gubernur Kaltara.
Zainal sendiri tengah berada di Kendari untuk mengikuti kegiatan Hari Pers Nasional. Orang nomor satu di Kaltara itu dilaporkan sudah mengetahui kabar meninggalnya Novandi dan berduka karenanya. (man)












