KUTAI KARTANEGARA – Jalan rusak di lima titik jalan poros Tenggarong-Kota Bangun dipastikan menjadi prioritas perbaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim pada 2023 ini.
Kepala Satker PJN Wilayah I Kaltim, BBPJN Kaltim Rachmat Fadjar mengatakan, lima titik jalan tersebut sudah mengalami kerusakan parah dan sudah seharusnya dilakukan perbaikan. Bahkan kerusakan jalan tersebut juga dikeluhkan pengguna jalan dan masyarakat setempat.
“Jadi tahun ini akan masuk dana Rp187 miliar di lokasi tersebut (lima titik) dan akan kami tangani,” sebut Rachmat.
Penanganan perbaikan jalan tersebut akan dikerjakan secara permanen dengan dua tipe. Yakni tipe jalan aspal dan beton. Khusus di Desa Lebaho Ulaq menggunakan jalan tipe beton, karena apabila musim hujan jalan tersebut sering tergenang oleh air.
Saat ini penanganan perbaikan jalan tersebut sudah memasuki tahap proses lelang, dengan jangka waktu selama tiga bulan.
“Saya juga sudah bersurat kemarin, meminta dana untuk masa transisi dari proses pelelangan itu, karena sifatnya urgen,” ucapnya.
Sebelum dilakukan perbaikan secara permanen pada jalan poros yang berlokasi di Desa Lebaho Ulaq, pihaknya akan melakukan pengerjaan untuk penanganan sementara. Karena jalan tersebut sering tergenang air dan jika dibiarkan maka kerusakan akan bertambah parah.
“Kami sudah masukan untuk perbaikan sementara, rencananya itu nanti kami tinggikan. Karena di situkan selalu banjir,” sambungnya.
Perbaikan jalan di lima titik jalan poros Tenggarong-Kota Bangun itu berstatus nasional dan akan dikerjakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengerjaan penanganan jalan tersebut dikerjakan secara multiyears, selama dua tahun.
“Penanganan itu kalau sifatnya sudah permanen pasti mulus. Penanganannya nanti ada dua perkerasan yang akan kami gunakan. Yaitu perkerasan fleksibel atau perkerasan aspal dan perkerasan kaku dengan rigid Beton. Jadi ada dua nanti yang kami lakukan di lokasi tersebut,” pungkasnya. (zu)












