SAMARINDA – Balai Besar Pengawas Obat Makanan dan Minuman (BPOM) Samarinda berkerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) bakal melakukan intervensi terhadap pangan jajanan anak usia sekolah. Rencana ini disampaikan Kepala BPOM Samarinda Sem Lapik dalam audiensi bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Rusmadi, Senin (5/6/2023).
Kata dia, intervensi yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi kepada sekolah mengenai makanan sehat, bergizi dan aman yang boleh dijual pada kantin sekolah. Jika tidak halangan mulai Kamis (8/6/2023) besok sebelas kepala sekolah diundang untuk hadir dalam sosialisasi.
“Pemilihan 11 sekolah ini juga berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda dan tim Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),” sebut Sem.
Pihaknya berharap melalui inovasi edukasi secara masif yang dilakukan, ke depan sekolah sudah bisa lebih peduli. Dengan terus memantau makanan yang boleh dijual di kantin maupun di sekeliling sekolah. Supaya jajanan yang dijual ini benar-benar bergizi dan bermutu.
“Bahkan kami meminta juga dalam seminggu sekali tepatnya setiap apel Senin pagi, BPOM bisa diberi kesempatan sebagai pembina upacara di sekolah. Agar kami bisa menyosialisasikan makanan sehat yang boleh dikonsumsi para pelajar di sekolah,” tegas Sem.
Sehingga usai memimpin apel Senin, BPOM bisa langsung mengambil uji sampel makanan yang dijual kantin sekolah maupun di luar perkarangan sekolah. Untuk memastikan makanan tadi berbahaya atau tidak untuk dikonsumsi para pelajar. (xl)












