BUMDes Sumber Purnama Kukar Sukses Jalankan Program Makmur Idaman

BUMDes Sumber Purnama Kukar Sukses Jalankan Program Makmur Idaman
Kunjungan Bupati Kukar saat melihat hasil produksi pertanian milik BUMDes Sumber Purnama. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Purnama yang dikelola oleh Desa Loh Sumber makin berkembang dalam sektor usaha pertanian. Memproduksi beras dari hasil petani lokal, dengan Beras Cap Tugu, BUMDes ini sukses menembus pasar beras di Kaltim hingga menyasar toko-toko retail.

Menilik ke belakang perjalanan BUMDes Sumber Purnama, Kepala Desa Loh Sumber Sukirno bercerita bahwa awalnya BUMDes yang dikelola desanya ini berkonsep agrosolution. Seiring berjalannya waktu, BUMDes ini mantap menjalankan program Makmur Idaman, dengan kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Baca Juga  Kantor Perusahaan Kargo Dibobol Maling, Polisi Amankan Lima Tersangka Penadah

“BUMDes memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada petani dan memberikan solusi-solusi atas kendala masalah petani di Loh Sumber,” ungkap Sukirno.

Dalam menjalankan program Makmur Idaman, BUMDes Sumber Purnama memberikan jaminan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang bekerja sama dengan BUMDes Sumber Purnama. Mulai dari tahap pengolahan lahan hingga masa panen, sehingga petani tidak perlu khawatir apabila terjadi gagal panen.

Baca Juga  Gelar Ramadhan Fair, Bupati Kukar Apresiasi Irma Masjid Agung Sultan AM Sulaiman

“Jadi kalau terjadi kegagalan panen, BUMDes Sumber Purnama memberikan jaminan, karena Gapoktan yang bekerja sama sudah diasuransikan,” jelasnya.

Bahkan pihak BUMDes Sumber Purnama menggandeng pihak ketiga untuk mengatasi masalah pupuk dan hama pada lahan pertanian warga. Dengan melakukan sosialisasi terhadap para petani langsung, tentang bagaimana lrogram Makmur Idaman ini berjalan.

Termasuk permasalahan harga gabah yang kerap dipusingkan oleh para petani, karena anjlok ketika masa panen tiba.

“BUMDes Sumber Purnama memberikan harga standar yang tentunya tidak merugikan para petani,” tutupnya. (zu)