Diskominfo Kaltim Studi Tiru ke Bantul, Tingkatkan Manajemen Tata Kelola Keamanan Informasi

Diskominfo Kaltim Studi Tiru ke Bantul, Tingkatkan Manajemen Tata Kelola Keamanan Informasi
Kunjungan studi tiru Diskominfo Kaltim ke Diskominfo Bantul, 24 November 2023. (istimewa)

BANTUL – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim melakukan studi tiru ke Kabupaten Bantul, Jumat (24/11/2023). Studi Tiru ini masih dalam agenda studi tiru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Ririn Sari Dewi mengatakan, studi tiru ini dilaksanakan guna meningkatkan manajemen tata kelola keamanan informasi dan operasionalisasi jaring komunikasi sandi pemerintah daerah di Kaltim.

“Kami bersyukur sekali bisa hadir ke sini untuk membangun jejaring dan discuss dalam upaya meningkatkan kelayakan sistem keamanan informasi dan persandian sesuai tupoksi kami,” ungkap Ririn dalam studi tiru di Kantor Diskominfo Bantul, Jumat (24/11/2023).

Baca Juga  Diskominfo Kaltim Ajak Generasi Muda Jeli Melihat Peluang Kerja di Dunia Digital

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Bantul Arif Darmawan yang menerima rombongan menyatakan suatu kehormatan bisa berbagi terkait kemanan informasi dan persandian. Dia menjelaskan Diskominfo Bantul melayani urusan keamanan informasi dan persandian di lingkup pemerintah kabupaten. 

“Mulai dari layanan pusat data, hosting dan domain pengelolaan aplikasi, sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik (TTE), serta mengelola layanan panggilan darurat dengan Call Center 112,” bebernya.

Sementara itu dibeberkan Analis Informasi Kelompok Subtansi Keamanan Informasi dan Persandian Diskominfo Bantul Irfan Masyhudi, saat ini ada sebanyak 265 aplikasi yang dimiliki perangkat daerah (PD) kabupaten. Pihaknya tengah melakukan asesmen untuk seluruh aplikasi tersebut. 

Baca Juga  Yenni Eviliana Desak Pemprov Kaltim Tanggap Hadapi Dugaan Kembalinya COVID-19

“Kami juga tengah menggencarkan pemanfaatan TTE dalam aplikasi yang kami gunakan. Sekarang sudah ada tujuh aplikasi yang telah terintegrasi dengan TTE. Salah satunya adalah aplikasi e-office kami, SURBAN yang digunakan di seluruh PD, Puskesmas, hingga kelurahan,” ungkap Irfan.

Selain itu Diskominfo turut membantu Pemkab Bantul dalam pengelolaan aplikasi terpadu untuk mengakses seluruh layanan pemerintah kabupaten dengan platform Bantulpedia. Di samping itu, Diskominfo Bantul juga tengah aktif mengembangkan digitalisasi desa, dan penguatan implementasi manajemen keamanan informasi dari serangan siber. (xl/advdiskominfokaltim)