KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengoptimalkan dana fiskal untuk mengendalikan inflasi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengungkapkan, dana fiskal yang diberikan pemerintah pusat pada tahun 2024 lalu digunakan untuk menekan inflasi di daerah.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kukar, salah satu komoditas yang memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di wilayah tersebut adalah cabai.
“Dana yang diberikan oleh Pemerintah Pusat sebenarnya diarahkan untuk pengendalian inflasi. Di Kukar, berdasarkan hasil evaluasi TPID, salah satu komoditas yang paling berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap inflasi adalah cabai,” ujar Sunggono, Rabu (12/3/2025).
Dia menjelaskan, untuk menjaga stabilitas harga cabai di pasaran, pemerintah daerah telah mengambil langkah strategis dengan mendorong peningkatan produksi cabai secara lokal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menginstruksikan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di 20 kecamatan untuk menanam cabai.
“Salah satu arahan pimpinan kepada kami di TPID adalah memastikan kestabilan harga cabai,” jelasnya.
Pemkab, sambung Sunggono, mengambil langkah konkret dengan menggerakkan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di 20 kecamatan untuk menanam cabai. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan stok cabai di daerah, sehingga harga tetap stabil.
Upaya ini menjadi makin penting menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana permintaan terhadap bahan pangan, termasuk cabai, cenderung meningkat.
“Kami ingin memastikan bahwa harga cabai di Kukar tetap terkendali. Terutama menjelang Idulfitri, di mana biasanya terjadi lonjakan permintaan,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Sunggono berharap upaya yang dilakukan tidak hanya menekan inflasi. Tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal dengan memberdayakan kelompok tani di berbagai kecamatan. (adv/fjr)
slot gacor slot gacor slot gacor daftar slot daftar slot 15 slot gacor gampang menang situs slot









