SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut tenaga honorer bakal tetap eksis sampai mereka pensiun. Hal ini disampaikannya kepada Perhimpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) yang bakal bersidang di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Sabtu (11/3/2023).
Orang nomor satu di Benua Etam itu memperkirakan secara keseluruhan jumlah tenaga honor di Indonesia mendekati angka 3 juta orang. Berasumsi masing-masing hidup dengan satu istri/suami dan tiga anak, maka ada sekira 12 juta penduduk Indonesia yang hidupnya bergantung kepada negara.
“Ada 12 juta orang yang hidup dari pendapatan sebagai tenaga honorer. Kalau ini dihapus, dihentikan maka orang miskin akan bertambah banyak di republik ini,” tegas Isran.
“Bangsa kita, pemerintah kita belum mampu menciptakan lapangan kerja bagi mereka yang di luar pemerintahan. Itupun masih banyak yang tidak tertampung,” sambungnya.
Mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) ini mengaku sudah beberapa kali bertemu Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas. Malahan sudah menyampaikan persoalan tenaga honor itu langsung kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Karenanya dia yakin, Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas tidak bakal menghapus tenaga honor.
“Saya kira tidak akan dihapus. Honorer akan eksis sampai dengan mereka pensiun,” selorohnya. (xl)












