
SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar menghadiri diskusi buku “Perang di Samarinda” yang digelar Gerakan Pemuda Marhaenis Borneo (GPMB) belum lama ini. Bertempat di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Samarinda, diskusi ini mengangkat tema sejarah perjuangan Indonesia Merdeka di Kota Tepian pada rentang 1945-1949.
Deni menyampaikan, diskusi buku semacam ini membuka mata masyarakat untuk memahami lebih dalam peristiwa bersejarah di Samarinda selama masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Dengan informasi yang diperoleh dalam acara ini, diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi warga Samarinda,” tuturnya.
Deni menyebut, acara ini menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil. Dalam upaya melestarikan sejarah dan budaya serta mempromosikan literasi di Samarinda.
“Diharapkan, melalui diskusi buku dan kegiatan serupa, masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai sejarah serta warisan budaya lokal,” ungkapnya.
Sementara itu Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Rusmadi Wongso yang hadir dalam diskusi ini mengapresiasi penulis buku “Perang di Samarinda”, Muhammad Sarip. Pasalnya sudah mengingatkan tentang pentingnya sejarah dan perjuangan yang terjadi di Samarinda.
Menurut Rusmadi, tidak hanya Tenggarong dengan kisah Awang Long atau Sangasanga dengan peristiwa 27 Januari Merah Putih. Melainkan Samarinda juga memiliki cerita perjuangan sendiri.
“Perjuangan warga Samarinda tidak hanya berfokus pada perang fisik. Namun, perjuangan di ranah diplomasi dan politik juga tak kalah penting,” sebutnya.
Diharapkan buku “Perang di Samarinda” akan terus menginspirasi masyarakat untuk membangun Samarinda. Dengan semangat yang sama seperti para pejuang kemerdekaan di masa lalu. (xl)












