KUKAR IDAMAN SEP 26

Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga, BUMDes Desa Loa Kulu Kota Tembus 6 Besar Kaltim

Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga, BUMDes Desa Loa Kulu Kota Tembus 6 Besar Kaltim
Kepala Desa Loa Kulu Kota Muhammad Rizali. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Di tengah tantangan keterbatasan pendapatan desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terbukti bisa menjadi motor penggerak ekonomi jika dikelola dengan kreatif dan profesional. BUMDes Harapan Kita di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, menjadi salah satu contoh sukses yang mampu berkembang pesat dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Beberapa bulan lalu, BUMDes ini berhasil masuk 16 besar terbaik di Kalimantan Timur dan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan khusus dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri di Balai Diklat Pelatihan Keuangan Balikpapan. Dari hasil pelatihan tersebut, BUMDes Harapan Kita bahkan menempati peringkat enam terbaik.

Baca Juga  Catatan SMSI Jelang 2024: Soal Media, Jokowi Masih Adil

Kepala Desa Loa Kulu Kota Mohamad Rizali, mengaku bersyukur atas capaian ini. “Alhamdulillah BUMDes Harapan Kita terus kita kembangkan. Bahkan sudah berdiri sebelum saya menjabat kepala desa,” ujarnya saat diwawancarai Komparasinews, belum lama ini.

Saat ini, pendapatan terbesar BUMDes berasal dari kerja sama dengan dunia usaha, khususnya jasa assist pandu kapal yang telah memiliki legalitas dan kemitraan resmi dengan PT MHU. Selain itu, BUMDes juga mengelola usaha penjualan beras, pembayaran tagihan air, dan berbagai layanan lain yang menyentuh kebutuhan warga.

Baca Juga  Pemerintah Daerah Didorong Benahi Manajemen Pasar Tradisional

Menurut Rizali, kunci keberhasilan terletak pada dukungan masyarakat dan keterbukaan pengelolaan potensi desa. Ke depan, pengembangan akan diarahkan untuk memperluas usaha, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta melibatkan lebih banyak warga.

“Kami harap BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Ia menambahkan, BUMDes juga berperan sebagai wadah pengelolaan potensi desa yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional, peluang usaha yang ada bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan stabil.

“Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai penggerak ekonomi yang nyata,” pungkas Rizali. (fjr)

Baca Juga  Pasar Pagi Samarinda Belum Optimal, Beban Operasional Tembus Rp10 Miliar per Tahun
rtp slot link slot toto slot situs slot