Jembatan Sei Kasungai Buka Peluang Wisata dan Arung Jeram di Pedalaman Paser

Foto: Bupati Paser Fahmi Fadli . (Prokompim Paser)

PASER – Peresmian Jembatan Sei Kasungai di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, tidak hanya memperkuat konektivitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan olahraga berbasis potensi alam di wilayah pedalaman Kabupaten Paser.

Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan Desa Rantau Buta memiliki kekayaan alam yang berpotensi menjadi daya tarik wisata baru. Salah satu potensi unggulan yang dimiliki desa tersebut adalah jalur arung jeram sepanjang sekitar lima kilometer yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai destinasi olahraga wisata.

Menurutnya, keberadaan jalur arung jeram tersebut menjadi potensi yang menarik karena masih tergolong langka di Kalimantan Timur. Dengan dukungan akses transportasi yang semakin baik, peluang pengembangan kawasan wisata berbasis alam diyakini akan semakin terbuka.

Baca Juga  Pasangan Kekasih Diamankan Polisi Usai Serahkan Bayi di Samarinda Ilir

“Keindahan alam di wilayah ini sangat luar biasa. Dengan akses yang semakin baik, kita berharap potensi wisata dan olahraga arung jeram dapat berkembang sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus melahirkan atlet-atlet berbakat dari daerah,” ujar Fahmi saat meninjau kawasan Jembatan Sei Kasungai, Senin (1/6).

Selain sektor pariwisata, Pemkab Paser juga menaruh perhatian terhadap peningkatan layanan dasar bagi masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebutuhan penguatan jaringan telekomunikasi dan akses internet di Desa Rantau Buta maupun Desa Rantau Layung.

Baca Juga  Dari Rp5,8 T ke Rp3,18 T, Pemkot Samarinda Terapkan Efisiensi Ketat

Fahmi menilai akses komunikasi yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.

Ia juga meminta pemerintah desa untuk terus memperkuat pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan, serta melakukan pembaruan data sosial ekonomi masyarakat secara berkala. Data yang akurat dinilai penting agar berbagai program bantuan pemerintah dapat tersalurkan tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah desa diharapkan memastikan masyarakat kurang mampu telah terdaftar dalam program jaminan kesehatan sehingga akses terhadap layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik.

Baca Juga  Presiden: Pengawasan OJK Tidak Boleh Melemah di Masa Pandemi

Pemkab Paser optimistis pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan pengembangan potensi lokal akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman. (adv/zu)