Jual Karbon ke Mancanegara, Gubernur Kaltim Bakal Kunjungi Brasil dan Meksiko

Jual Karbon ke Mancanegara, Gubernur Kaltim Bakal Kunjungi Brasil dan Meksiko
Gubernur Kaltim Isran Noor. (Istimewa)

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor bakal mengunjungi negara Brasil dan Meksiko. Dalam rangka menjual karbon ke mancanegara.

Hal ini diungkapkannya saat musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kaltim tahun 2024 belum lama ini. Isran menyebut bakal berkunjung ke dua negara itu pada awal Mei 2023.

“Pada 2-7 Mei akan ke Brasil. Di sana salah satu penghasil karbon, karena dia (Brasil) juga memiliki kawasan hutan tropis sama dengan kita di Kaltim,” tuturnya, Kamis (27/4/2023).

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini pun melanjutkan, pada 8-9 Mei 2023 dirinya bertandang ke Bank Dunia (World Bank) di Amerika Serikat. Masih terkait personal ratifikasi kesepakatan dalam jual beli karbon, karena lembaga keuangan dunia itu memiliki data.

Baca Juga  Menang 3-1, Borneo FC Taklukkan Tim Serdadu Tridatu

“Tanggal 11 dan 12 Mei ke Yucatan, Mexico. Karena Yuca memiliki komitmen yang kuat dalam hal kompensasi bagi negara-negara yang melaksanakan penurunan emisi yang sukses seperti Kaltim,” terang Isran.

“Karena selama sepuluh tahun ke depan, mereka mempersiapkan dana 10 juta poundsterling dan rata-rata setahunnya mengeluarkan dana 3 juta poundsterling. Ini yang mau saya kejar,” sambungnya.

Baca Juga  Kukar Raih Best Fair Team Play di Peringatan HUT Damkarmatan Tingkat Provinsi

Orang nomor satu di Benua Etam itu menegaskan hingga saat ini Kaltim masih terus berjuang untuk mendapatkan peningkatan penerimaan daerah melalui dana bagi hasil dari Sumber Daya Alam (SDA) seperti kelapa sawit dan penjualan karbon.

“Selain Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang saat ini sedang diperjuangkan daerah-daerah penghasil kepala sawit, masih ada peluang lain yang bisa kita dapatkan. Misalnya menjual karbon, dan Provinsi Kaltim mendapatkan kompensasi dari World Bank untuk 22 juta matrix ton karbon dioksida senilai Rp110 juta USD,” papar Isran.

Adapun perkiraan dari pakar ahli karbon, Kaltim baru dinilai 30 juta ton karbondioksida equivalen (CO2eq) sampai tahun 2021, berarti di tahun 2022, 2023, dan 2024 bisa mencapai kisaran 100 juta ton.(nta/advdiskominfokaltim)