KUTAI KARTANEGARA – Piala Merah Putih Bupati Kukar Esport 2022 sukses digelar. Grand final berlangsung di Aula Gedung bela diri, Komplek Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) Ahad (7/8/2022). Tim asal Kecamatan Marang Kayu Jugend 4 Win unjuk gigi dalam kategori PUBG Mobile.
Jugend 4 Win berhasil mengalahkan 18 tim finalis lainnya dengan perolehan 44 kali kill dan total point 100. Disusul posisi kedua tim Bigbro Cumai dengan jumlah kill 44 dan point 74 dan posisi ketiga diraih oleh Kecamatan Samboja dengan total kill 38 dan point 71.
Player Jugend 4 Win Syarifuddin mengatakan, kemenangan tersebut merupakan modal yang baik untuk menambah pengalaman tim ke depan dalam mengikuti turnamen Esport ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kegiatan yang seperti ini bagus untuk melihat potensi player untuk meningkatkan kualitas skill. Target kami selanjutnya Porprov,” ungkapnya.
Syarifuddin menjelaskan, Jugend 4 Win telah terbentuk pada awal 2021. Saat itu anak-anak muda Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu membentuk komunitas independen yang fokus dalam pembinaan game PUBG dan Mobile Legend dengan total lima player di usia 18 sampai 25 tahun.
Kerja keras Syarifuddin dan kawan-kawan yang membuahkan hasil itu tidak terlepas dari latihan setiap hari. Berbagai turnamen tingkat desa maupun online telah mereka ikuti untuk mengasah kemampuan.
“Semoga Esport di Kukar makin maju dan berkembang,” harapnya.
Selain PUBG Mobile, Piala Merah Putih Kukar juga menampilkan turnament Mobile Legend: Bang Bang (MLBB). Dalam kategori tersebut tim Bigbro Rinc dari Kecamatan Tenggarong berhasil menjadi juara 1 setelah mengalahkan empat tim finalis lainnya di grand final.
Bupati Kukar Edi Damansyah yang hadir dalam kegiatan ini mendorong Esport dapat terbentuk di seluruh kecamatan yang ada di Kukar. Sehingga dapat mewadahi kegiatan positif dan menjadi sumber potensi atlet Esport dari Kukar yang berprestasi.
“Antusiasnya sangat luar biasa, kami akan terus memfasilitasi kreativitas anak-anak muda ini. Sekarang stigmanya sudah berubah, bermain video game bisa menghasilkan sesuatu, bukan lagi buang-buang waktu saja,” tandasnya. (zu)












