BALIKPAPAN – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat pengelolaan kaidah teknik pertambangan yang baik di wilayah Kaltim. Bukan hanya dengan mengedukasi kepala teknik tambang (KTT) yang memimpin dan bertanggung jawab terhadap operasional di lapangan, direksi perusahaan pertambangan di Kaltim juga didorong terus berkomitmen dalam pemenuhan kaidah tersebut.
Hal ini ditegaskan Direktur Teknik dan Lingkungan sekaligus Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi dalam Pertemuan Direksi Perusahaan Pertambangan Provinsi Kaltim di Swissbelhotel Balikpapan, Rabu (21/6/2023). Kata dia, dengan melibatkan dan bertemu langsung para direksi, diharapkan ada kebijakan konkret dari perusahaan pertambangan.
“Agar tata kelola pertambangan nasional makin baik ke depannya di Kaltim. IUP atau IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus, Red.) wajib menegakkan ketentuan keselamatan pertambangan,” tegas Sunindyo.
Dipaparkan, pihaknya bertugas mengawasi implementasi kebijakan pemerintah di lapangan dalam mengelola risiko pertambangan. Serta menata kelola kembali pengorganisasian personel, sampai monitoring dan evaluasi. Sehingga keselamatan pertambangan ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.
Diungkapkan, data angka kecelakaan kerja di lokasi pertambangan dalam tujuh tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang terbilang tipis.
“Tetapi tetap ya, kejadian-kejadian yang kita catat sebagai peristiwa yang wajib kita jadikan pembelajaran agar ke depan kejadian serupa bisa dicegah, di tambang atau di lokasi lain,” ujar Sunindyo.
Lebih lanjut disampaikan, Kementerian ESDM berusaha meningkatkan keselamatan operasional pertambangan bersama para inspektur tambang. Meliputi pembinaan atau penegakan hukum, supaya ke depan yang menjadi rekomendasi dari temuan, bisa sama-sama dijalankan, serta larangan sama-sama bisa ditegakkan.
Adapun bisa Kaltim, Sunindyo menyatakan terdapat 14 kasus kecelakaan kerja menurut statistik operasional pertambangan di Kaltim sepanjang 2023. Insiden terjadi di jalan, lokasi pertambangan, workshop, laboratorium, hingga fasilitas pengolahan.
Hal ini menurutnya harus menjadi perhatian ke depan mengingat Kaltim merupakan salah satu tulang punggung penghasil komoditas tambang yang cukup besar.
“Untuk itu kami sangat concern dan berkomitmen, bagaimana menjaga keselamatan para pekerja. Kemudian mengingatkan kepada bapak/ibu (penanggung jawab perusahaan pertambangan, Red.) agar bersama-sama berkomitmen. Terus memonitor kompetensi teman-teman di lapangan maupun mitra. Keselamatan pertambangan harus ditegakkan,” terangnya. (xl)












