Kukar Catat Angka Kematian Ibu dan Bayi Terbanyak di Kaltim

Kukar Catat Angka Kematian Ibu dan Bayi Terbanyak di Kaltim
Ilustrasi. (iStockPhoto)

SAMARINDA – Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan terus diusahakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim. Apalagi kasus tersebut masih terjadi pada berbagai daerah di Kaltim.

Kepala Dinkes Kaltim dr Jaya Mualimin mengungkapkan, angka absolutnya terhadap jumlah kematian ibu dan bayi pada 2022 silam yaitu 73 kematian per tahun. Angka ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.

Angka kematian terbanyak di Kabupaten Kutai Kartanegara 24 kasus dan Samarinda 20 kasus. Sedangkan pada daerah lainnya di bawah lima kasus.

Baca Juga  Keberhasilan Edi dengan Program Kukar Berkah, Harapan Baru bagi Masyarakat

“Pekan depan kami akan melakukan rapat koordinasi dengan dua dinas kesehatan, Kutai Kartanegara dan Samarinda,” terang Jaya.

Lebih lanjut diuraikan, pada 2021, kematian ibu dan bayi sekira 168 kasus. Jumlah tersebut lantaran pandemi Covid-19 kala itu.

“Kami akan terus berupaya menekan angka kematian pada Ibu dan anak ini, kalau bisa semua proses kelahiran harus sehat kedua-duanya,” tegas Jata.

Upaya tersebut yaitu dengan menyiapkan fasilitas kesehatan sebagai rujukan di Badan Pelayanan Kesehatan (Bapelkes). Para ibu yang sedang melahirkan dan punya risiko tinggi untuk dirujuk bakal dipersiapkan tempatnya di Bapelkes.

Baca Juga  Tangani Stunting, Desa Kahala Masuk Tiga Besar Penyaji Terbaik Kelas TPK Hebat Seri 2

Jaya menyebut, meninggalnya ibu dan bayi dikarenakan beberapa hal. Di antaranya karena terlambat dalam penanganan dan terlambat dalam diagnosa.

Maka Dinkes bakal fokus dalam ANC1 atau konsultasi saat kehamilan ibu. Baik konsultasi pertama sampai konsultasi keenam, dan cakupan harus 95 bagi ibu-ibu yang sedang hamil.

“Kami juga membenahi penanganan gizi pada balita, karena berdasarkan survei terbaru, kita itu naik 1,1 persen terhadap balita stunting. Kami akan segera membenahinya dan fokus masalah tersebut,” tandas Jaya. (xl)