SAMARINDA – Masyarakat Kaltim diketahui paling suka mencari konten informasi-informasi tentang kesehatan dan olahraga di internet. Sebagaimana hasil Survei Penetrasi Internet 2024 yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Sekretaris APJII Pusat Zulfadly Syam di Samarinda, Rabu (3/4/2024) menerangkan, persentase pengguna internet Kaltim yang mengakses konten kesehatan mencapai 42.86 persen. Sementara yang mengakses konten olahraga sebesar 31.02 persen. Selain dua bidang tersebut, politik sosial, hukum dan HAM juga menjadi konten favorit bagi warganet Kaltim.
Sebagai informasi, tingkat penetrasi internet di Kaltim pada tahun 2024 mencapai 80,63 persen. Atau sebanyak 3,1 juta jiwa penduduk Kaltim yang terkoneksi internet.
“Dalam Survei Penetrasi Internet 2024 yang dilakukan APJII, kami juga melakukan survei individu kepada masyarakat Kaltim terkait perilaku penggunaan internet. Ternyata hasilnya, kesehatan dan olahraga itu jadi top three teratas yang banyak diakses. Ini positif, karena biasanya di daerah lain yang selalu jadi top three itu infotainment dan gossip,” ungkap Zulfadly.
Konten lain yang banyak diakses warganet Kaltim juga meliputi ekonomi, keuangan dan bisnis, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), budaya dan pariwisata, serta informasi mancanegara. Sementara itu, konten internet hiburan yang paling sering dikunjungi oleh warganet Kaltim di antaranya seperti video, musik, dan game online.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menyambut baik hasil Survei Penetrasi Internet 2024. Selain menunjukkan tingkat penetrasi internet yang tinggi, warganet Kaltim juga menampilkan citra positif kepada publik. Terbukti dari hasil konten yang diakses, mayoritas seputar informasi kesehatan dan olahraga.
“Saya kira hasil survei kita bagus dibanding provinsi lain. Karena memang, pemahaman literasi digital kita sudah baik. Indeks Literasi Digital Kaltim itu peringkat tiga nasional dan Indeks Masyarakat Digital Kaltim peringkat empat nasional. Artinya, pengguna internet kita sudah terliterasi dengan baik,” tegasnya. (xl)












