Masyarakat Samarinda Diminta Optimalkan Pangan Lokal Jadi Olahan Kuliner

Masyarakat Samarinda Diminta Optimalkan Pangan Lokal Jadi Olahan Kuliner
Asisten II Pemkot Samarinda Sam Syaimun (kiri) dalam Festival Pangan Lokal, Selasa (25/7/2023). (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Masyarakat Samarinda diminta mengoptimalkan pangan lokal menjadi bisnis olahan kuliner. Permintaan ini datang dari Asisten II Sekretariat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Sam Syaimun dalam Festival Pangan Lokal Beragam Bergizi dan Seimbang di Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda, Selasa (25/7/2023).

Dia mengharapkan festival ini bisa memunculkan maskot lunch box, snack box, dan olahan pangan menjadi tren menu konsumsi bisnis atau oleh-oleh khususnya di Kota Samarinda. Kegiatan berupa festival dan lomba pangan lokal ini sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan di Samarinda. Juga dapat menambah semangat UMKM untuk lebih mengembangkan usahanya.

Baca Juga  Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Ramadan Jatuh 3 April 2022

“Jenis makanan, baik hewani maupun nabati, merupakan sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Makanan yang dikonsumsipun harus beragam jenisnya karena tiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga kebutuhan gizi kita dapat terpenuhi,” urai Sam.

Apalagi, pemerintah sudah menetapkan berbagai kebijakan. Supaya produksi serta produktivitas pangan terus meningkat dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“Kita ini banyak padi, talas, ubi juga singkong, daun kelor, bahkan ikan juga macam-macam. Semuanya berlimpah dan kaya gizi dan protein untuk tubuh. Ini harus dimanfaatkan untuk makanan kita, juga diolah untuk dijual,” tutur pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perikanan ini.

Baca Juga  Momen Hari Raya Iduladha Jadi Berkah Penjual Hewan Kurban di Kukar

Lebih lanjut Sam mengajak seluruh anggota PKK serta pelaku UMKM agar tidak menyerah dengan keadaan.
Malahan sebaliknya, menjadikan kondisi saat ini sebagai tantangan untuk makin maju dan produktif.
“Jalin kerja sama dan lakukan kajian agar potensi bisa dikembangkan dan menghasilkan. Dan tidak kalah pentingnya juga, dengan program diversifikasi pangan diharapkan dapat menekan inflasi khususnya di Kota Samarinda,” pungkasnya. (xl)