Naiknya Harga Beras dan Ikan Layang Picu Inflasi Samarinda di Atas Kaltim

Naiknya Harga Beras dan Ikan Layang Picu Inflasi Samarinda di Atas Kaltim
Ilustrasi ikan layang.

SAMARINDA – Kenaikan harga beras dan ikan layang memicu terjadinya inflasi di Kota Tepian. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda Rusmawati dalam high level meeting bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota (Pemkot), Kamis (2/2/2023).

Kata dia, inflasi di Samarinda hingga Januari 2023 mencapai 0,44 persen. Nilai ini memang sedikit di atas Kaltim yaitu 0,43 persen.

Pemicu inflasi, jelasnya, didominasi meningkatnya harga beras dan ikan layang. Hasil pantauan BPS, kenaikan harga beras mencapai tiga persen. Hal ini dikarenakan ada pengaruhnya dengan masa panen.

Baca Juga  Pemindahan IKN Jadi Peluang Baru Pelaku Usaha Pariwisata Samarinda

“Sebenarnya stok beras ini masih aman aja di pasaran, tetapi memang ada sedikit kenaikan. Mungkin Pemkot bisa melakukan sidak ke pasar tradisional untuk melakukan pengecekan ke pedagang kenapa mereka mulai menaikkan harga sementara stoknya cukup,” beber Rusmawati.

Untuk ikan layang, lanjutnya, mengalami kenaikan harga hingga 8 persen. Kenaikan ini disebut lantaran pengaruh cuaca yang tidak menentu. Sampai mengganggu para nelayan dalam melakukan penangkapan ikan di laut.

Baca Juga  Atasi Inflasi, Pemprov Kaltim Gencar Bangun Forum Dagang Antarprovinsi

Namun begitu, angka kemiskinan di Samarinda justru menurun di tahun 2022 kemarin ketimbang tahun 2021. Data persentase dari BPS di tahun 2022 berada pada angka 4,22 persen sedangkan di tahun 2021 pada angka 4,99 persen.

“Hal ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi di Samarinda sejak 2021 mengalami peningkatan ketimbang 2019 yang justru menurun,” terang Rusmawati. (xl)