Pemkab Kukar Tegaskan Pentingnya Transformasi Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah di Era Global

Pemkab Kukar Tegaskan Pentingnya Transformasi Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah di Era Global
Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani saat membacakan sambutan Bupati Aulia Rahman Basri dam ANCIESE 2025 FAI UNIKARTA di Pendopo Wakil Bupati Kukar. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya mendorong transformasi Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Pesan ini disampaikan Asisten II Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani saat mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam The 1st Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy (ANCIESE) 2025 Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Selasa (18/11) di Pendopo Wakil Bupati Kukar.

Ahyani menyampaikan bahwa Pemkab Kukar menyambut positif terselenggaranya konferensi ilmiah tersebut. “Pemkab Kukar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unikarta, khususnya FAI, yang telah sukses menginisiasi konferensi ini,” ujarnya.

Baca Juga  Melompat Sepuluh Peringkat, Daya Saing Indonesia Naik ke Posisi 34

Dalam sambutannya, Ahyani mengutip pesan Bupati yang menekankan bahwa ANCIESE 2025 menjadi forum penting untuk merespons tantangan multidimensi, mulai dari disrupsi teknologi hingga tuntutan SDGs. “Konferensi ini adalah ruang strategis untuk menghasilkan ide-ide solutif melalui pendekatan integratif dan interdisipliner,” katanya.

Bupati melalui Ahyani menjelaskan bahwa tema konferensi tahun ini, “Transforming the Paradigm of Islamic Education and Sharia Economy Towards 21st Century Global Competitiveness,” sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan Islam, menurutnya, harus melakukan reorientasi kurikulum agar mampu melahirkan SDM yang unggul dan adaptif.

“Tujuannya bukan hanya membentuk insan berakhlak, tetapi juga SDM yang melek digital dan siap berkontribusi,” tegasnya.

Baca Juga  Lapas Narkotika Samarinda Geledah dan Tes Urine Para Warga Binaan, Ada Apa?

Pada sektor ekonomi, Pemkab Kukar menilai percepatan implementasi Ekonomi Syariah perlu digencarkan sebagai alternatif sistem yang lebih adil dan resilien.

“Ekonomi Syariah harus didorong menjadi pilar yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastian finansial global,” jelasnya.

Ahyani juga menegaskan bahwa transformasi ini sangat penting bagi Kukar yang berada pada posisi strategis sebagai mitra Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. “Bagi Kukar, pembaruan pada dua sektor ini bukan pilihan, melainkan keniscayaan dalam mewujudkan pembangunan yang sejahtera dan berkeadilan,” ucapnya.

Dia berharap ANCIESE 2025 dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan memberi dampak nyata bagi pengembangan SDM serta penguatan ekonomi daerah. “Saya berharap forum ini melahirkan kolaborasi riset dan gagasan bermanfaat bagi umat dan bangsa,” tutupnya. (adv/fjr)