Penembakan Misterius Kembali Terjadi, Bikin Masyarakat Tenggarong Ketakutan

Ilustrasi.

KUTAI KARTANEGARA – Penembakan misterius terjadi berulang kali di Kecamatan Tenggarong. Penembakan misterius kembali terjadi di Jembatan Tiga Tenggarong. Peristiwa ini menimpa seorang sopir truk bernama Randi, menambah daftar kekhawatiran warga terhadap keamanan di jalur tersebut.

Kejadian itu berlangsung pada Selasa (24/6/2025) sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, Randi sedang mengemudikan truk menuju arah Jalan Gunung Gandek. Tiba-tiba kaca depan kendaraannya retak akibat sebuah tembakan. Diduga peluru tersebut berasal dari senjata jenis softgun.

Meski tak mendapatkan luka dari penembakan itu, dia mengaku cukup kaget mendengar suara tembakan hingga turun dari truk untuk memastikan keadaan.

Baca Juga  Tim Taekwondo Dulang Emas Pertama untuk Indonesia di SEA Games 2025 Thailand

“Saya kaget sekali, tiba-tiba ada suara ‘dug’ dan kaca langsung pecah. Refleks saya berhenti dan turun,” ujar Randi saat ditemui.

Saat mengendarai truk, posisi duduknya agak condong ke depan kemungkinan menjadi penyelamat dari lintasan peluru tembakan.

“Kalau saya duduk agak rebah ke belakang, bisa saja pelurunya kena badan saya,” tuturnya.

Yang membuat Randi makin waspada, ini bukan kali pertama kejadian seperti itu terjadi.
Sebelumnya telah terjadi kejadian serupa pada Ahad (8/6/2025) yang juga dialami warga yang melintas.

“Teman saya juga kena waktu lewat sini awal bulan kemarin. Modus dan tempatnya hampir sama. Itu yang bikin saya takut,” ungkapnya.

Baca Juga  Didukung IKN, Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tahun Ini Diproyeksikan Tetap Tumbuh Positif

Usai kejadian, Randi sempat mencoba melihat sekitar untuk mencari pelaku, namun tidak menemukan siapapun. Jalanan disebutnya sepi tanpa ada kendaraan lain melintas.

Kini, ia berencana segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib agar segera dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saya mau cepat-cepat lapor polisi. Ini udah dua kali terjadi, jangan sampai ada korban beneran,” pesannya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian. Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat segera turun tangan dan meningkatkan patroli di kawasan rawan tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (fjr)

Baca Juga  Sebut Rentan Kerusakan Alam, Muhammadiyah Kritisi Proyek Rempang Eco City