KUTAI TIMUR – Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Kerajinan Tangan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) disebut siap bersaing pada kancah internasional. Malahan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim bakal memboyongnya untuk mengikuti Handarty Korea Exhibition Event 2022 di Korea Selatan.
Pelepasan produk kerajinan tangan dan kuliner dalam rangka promosi dan ekspor yang digelar Dispar Kutim turut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Bea Cukai Sangatta, Dekranasda Kutai Timur serta Kepala Pimpinan Daerah (PD), Manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) serta Manajemen PT Pamapersada Nusantara, yang berlangsung di Lobi Dispar Kutim, Senin (25/07/2022).
Bupati Ardiansyah Sulaiman memaparkan, Kutim sudah mengekspor lebih dari enam produk. Yang pertama mengekspor pisang kepok dan permintaan tahun ini tambah lagi dari negara Singapura yang merupakan permintaan baru.
“Jadi pisang kepok itu sudah ada di beberapa negara dan itu pelaku ekspornya adalah koperasi, koperasi yang berada di Kecamatan Kaubun, lalu pisang kepok juga sudah diekspor produk turunannya yaitu keripik pisang,” ungkapnya.
“Kemudian ada amplang yang sudah diekspor kita ketahui hampir semua kecamatan kita produksi amplang, lalu tambah lagi mereka permintaan tahun 2021 yaitu ekspor jahe ada beberapa negara yang meminta barang tertentu antara lain India, Bangladesh, Yordania dan Singapura, kemudian ada lagi ekspor lidi dari daun kelapa sawit, Pakistan dan India termasuk yang meminta barang ini,” bebernya.
Dia meminta UMKM selalu hadir disetiap gelaran pariwisata. Termasuk Dekranasda yang merupakan tonggak dari produk kerajinan tangan di daerah. Ardiansyah berharap seusai pameran ini ada dampak permintaan yang hadir untuk ekspor yang sesungguhnya.
“Karena justru dari permintaan itu kita sanggup menaikkan nilai tambah dari UMKM,” tegasnya.
Kepala Dispar Kutim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pintu masuk ke dunia ekspor produk UMKM Kabupaten Kutim. Lebih tepatnya kegiatan promosi akan akan diselenggarakan di luar negeri pada tanggal 27 Juli sampai 1 Agustus 2022.
Dia memaparkan, produk yang akan dibawa atau dikirim merupakan hasil binaan Dispar Kutim yang diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dari produk-produk UMKM lokal.
Lebih jauh Nurullah mengatakan, kegiatan itu merupakan lanjutan dari pembinaan yang sudah dilakukan Dispar pada produk-produk yang dikirim.
“Kami berharap tidak hanya bersaing di tingkat kabupaten. Namun kami ingin kuliner dan kerajinan tangan ini bisa bersaing di mancanegara,” ungkapnya.
“Kita tahu bahwa produk bruto yang berpengaruh meningkatkan devisa negara itu terdapat di kuliner, kerajinan tangan dan fashion. Peluang inilah yang akan terus ditingkatkan,” sambung Nurullah.
Dikatakan, kuliner dan kerajinan tangan ini masyarakat bisa berinovasi, kreatif dan mampu bersaing dan mandiri ke tingkat internasional. Karenanya diharapkan Kutim juga bisa memberikan kontribusi terhadap devisa negara di bidang kuliner dan kerajinan tangan.
Sementara itu dalam sambutannya Benny Wismo Nugroho selaku Kepala Bea Cukai Sangatta mengemukakan bahwa pihak Bea Cukai Sangatta siap mendukung kegiatan ekspor.
“Kegiatan ini akan berdampak pada beberapa aspek yang paling utama adalah pelayanan dukungan terhadap teman-teman para penggiat UMKM, kami sebagai aparatur negara mempunyai kewajiban untuk melaksanakan sinergi koordinasi hubungan,” terangnya.
“Jalan masih panjang bagi kita bersama agar kita ingin benar benar merealisasikan ekspor yang sebenarnya. Hari ini merupakan pencanangan atau peluang besar dalam usaha Kabupaten Kutai Timur untuk melaksanakan ekspor yang benar-benar riil,” imbuh Benny.
Dia menjelaskan, keiatan ekspor maupun impor memiliki beberapa mekanisme yang harus dilalui. Sampai pada akhirnya kegiatan tersebut dapat dikatakan ekspor secara riil. (xl)










