KUTAI KARTANEGARA – Ratusan hewan ternak sapi dipastikan gagal didatangkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini. Hal ini dikarenakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih mewabah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Aji Gozali Rahman mengatakan, total 342 ekor sapi yang dijadwalkan bakal dibagikan kepada kelompok ternak di Kukar.
Masing-masing terdiri dari 63 ekor sapi jantan dan 279 ekor sapi betina. Tak hanya sapi, hal ini juga berlaku untuk bibit ternak kambing.
“Kalau dipaksakan pengadaan hewan ternak itu masuk ke sini juga akan bahaya. Populasi sapi ternak di Kukar ada 31 ribu, kami tidak mau ambil resiko dari pada sapi yang ada tertular PMK,” kata Aji.
Pembatalan tersebut memberikan dampak yang besar bagi para peternak di Kukar. Sebab wabah ini pun tak bisa diprediksi kapan akan berakhir.
“Tahun ini Kukar tidak bisa mendatangkan sapi bibit untuk kelompok petani. Ini tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya, akan tetapi petani pasti dirugikan,” imbuhnya.
Masalah ini tak hanya terjadi pada Kukar, melainkan di seluruh Kaltim. Sebenarnya, Kaltim sudah masuk dalam zona hijau. Tetapi jika berbicara lingkup Pulau Kalimantan, maka masih dalam zona merah.
“Ini karena di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) sudah ada (PMK). Sehingga, pengadaan untuk Kaltim secara keseluruhan dibatalkan untuk sapi bibit,” terangnya.
Adanya penundaan ini sebagai upaya antisipasi Pemda agar wabah PMK tidak masuk ke Kukar. Penundaan ini juga berangkat dari surat karantina pertanian yang melarang keluar-masuknya sapi dari pulau bebas ke pulai zona merah PMK. (zu)












