Rudy Mas’ud Temui Dedi Mulyadi, Tawarkan Kerja Sama Kaltim dengan Jabar

Rudy Mas'ud Temui Dedi Mulyadi, Tawarkan Kerja Sama Kaltim dengan Jabar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri) bertemu Rudy Mas'ud. (istimewa)

SUBANG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyambut hangat  Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di kediamannya, Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Ahad (4/5/2025).

“Pertama terima kasih banyak ya Kang KDM, kita datang silaturahmi, silaturahmi, sekaligus  juga terima kasih Kang KDM sudah memberikan klarifikasi,” ujar Rudy.

Kalimat pembuka Gubernur Harum itu spontan dijawab KDM. Menurut KDM, tidak ada hal negatif dari apa yang disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud saat RDP Komisi II, di DPR  Selasa lalu.  

Baca Juga  Bungkam Korsel 5-0, Timnas Indonesia Awali AFC Futsal Asian Cup 2026 dengan Gemilang

“Bapak itu (Rudy Mas’ud, Red.) muji saya sebenarnya,” ucap KDM, sambil memegang dan menepuk tangan Rudy.

Rudy pun menjelaskan secara pribadi sebagai kepala daerah, dirinya mengaku mendapat banyak inspirasi dari KDM saat digelar retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, usai dilantik Presiden Prabowo pada 20 Februari lalu. KDM, kata dia, memberi banyak pelajaran bagaimana menata keuangan daerah dan mengelola APBD.

“Kang KDM ini basic-nya kepala daerah, dulu pernah jadi bupati ya Kang. Saya diberi masukan, bagaimana efisiensi anggaran,” sambung Rudy.

Baca Juga  Perkuat Solidaritas Antardaerah, Pemprov Kaltim Serahkan Bantuan Rp1 Miliar kepada Sumbar 

Saat kunjungan itu, dia juga menawarkan potensi kerja sama antara Kaltim dan Jabar. Potensi besar yang diakui Gubernur Rudy Mas’ud sangat berhasil di Jabar adalah pengembangan pangan.   

Sektor-sektor yang menarik perhatian Rudy selain luas lahan persawahan adalah perikanan dan pariwisata. Menurutnya, Kaltim memiliki banyak kesamaan potensi dengan Jawa Barat, namun masih perlu lebih banyak belajar agar lebih baik dan sukses.

“Jadi, konten-konten Kang KDM itu banyak memberikan inspirasi  buat kami semua para kepala daerah di Indonesia. Bagaimana bisa mengelola sumber-sumber daya alam ini menjadi   penerimaan daerah,” puji Rudy. (xl)