SAMARINDA – Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) diluncurkan di SDN 013 Samarinda, Jalan Sukorejo RT 43 Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Kamis (15/12/2022). SSK ini telah diintegritasikan ke dalam mata pembelajaran di sekolah.
“Saya dan jajaran pemerintah kota Samarinda, datang untuk melakukan launching SSK, sekaligus menerima penghargaan dari kementerian pendidikan nasional. Dan di SDN 013 ini terpilih sebagai Sekolah Adiwiyata. Dan harapan saya semoga ini bisa menginspirasi semua sekolah yang ada di Kota Samarinda,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan, semua sekolah di Samarinda supaya turut menerapkan SSK ini. Lantaran di dalam pembelajarannya, siswa harus menjaga kebersihan, ada literasi kependudukan, serta lingkungan hidup.
“Dengan begitu, sekiranya dalam berkolaborasi yang menghasilkan sekolah yang unggul dan berdampak pembentukan karakter siswa. Sehingga menjadi siswa yang peduli dengan lingkungan, kebersihan, memahami dimensi kependudukan, serta menjadikan lingkungan sebagai satu kesatuan dari program edukasi, ” ucap Andi Harun.
Namun demikian, orang nomor satu di Kota Tepian melihat bangunan SD 013 masih berdiri menggunakan kayu yang sudah tidak layak dan kerap mengalami kebanjiran.
“Saya berkomitmen tahun 2023 akan membantu bangunan lokal yang ada di sebelah kiri sekolah. Soal banjir untuk jangka panjang, di tahun ini kami sudah mulai membangun kolam retensi antara Pampang dan Sungai Siring. Jika proyek ini selesai, di tahun 2024 maka ini akan berdampak signifikan berjangka panjang,” kata Andi Harun.
Dia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) sudah menyiapkan anggaran untuk membantu bangunan di SDN 013. Beserta menyiapkan parit sekolah agar mengurangi volume banjir.
“Kami sudah alokasikan anggaran sekira Rp300 juta untuk membebaskan lahan masyarakat yang ada disekitaran Lempake, agar drainase bisa maksimal. Anggarannya sudah dialokasikan di APBD Perubahan tahun2022. Rencana fisiknya tahun 2023, mudah-mudahan ini juga bisa mengurangi dampak jangka pendek,” pungkasnya. (nta)












